Didatangi Anggota DPR, GP Ansor Berbagi Ilmu Tentang Kebangsaan & Nasionalisme

– Pengurus Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) didatangai Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan dua anggota DPR.

Dalam pertemuan tersebut banyak berbagi ilmu tentang kebangsaan dan nasionalisme. Juga membahas tokoh bangsa yaitu Soekarno (Bung Karno) dalam membangun bangsa dalam mengaktualisasikan hubungan Islam dan nasionalis.

“Kami kader Gerakan Pemuda Ansor mendapat inspirasi bagaimana membangun kembali peradaban yg telah luar biasa, Insya Allah mau kita wujudkan dalam kerja sama lebih komplet, dapat jadi kaderisasi dapat jadi kegiatan lain yg bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, saya kira itu,” kata Gus Yaqut. Dikutip dari media Sindonews, Sabtu (18/1/2020).

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto datang bersama anggota DPR dari PDIP yg juga Kader NU, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah dan Nabil Haroen atau Gus Nabil. Hasto dan rombongan langsung diterima Ketua Umum GP Anshor, KH Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dan jajaran pengurus.

Hasto menyatakan, kedatangannya ke GP Anshor sebab tugas partai. PDIP baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2020.

Dalam Rakernas, PDIP bicara konsepsi tentang haluan negara yg berakar dari kepribadian bangsa dari seluruh sejarah peradaban Indonesia. Intinya, kata dia, seluruh upaya membangun Indonesia maju dgn ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk oleh kalangan muda. Hal itu dikatakannya relevan buat disampaikan ke GP Ansor.

“Kami ingat apa yg disampaikan bung Karno ketika beliau dibuang di Ende (NTT) bahwa Islam harus kuasa ilmu pengetahuan supaya dapat mengejar ketertinggalan, ternyata disambut dgn sangat baik dan ini saudara sekandung pada dasarnya NU dan PDIP, sebab akar PDIP ialah PNI 1927 dan NU 1926,” tutur Hasto di Kantor GP Anshor, jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (16/1/2020) malam.

Hasto menegaskan mau bekerja sama dgn GP Anshor dalam konteks kaderisasi kepemimpinan dan kaderisasi kepemudaan sebagai tulang punggung kaum muda. Terlebih, kata Hasto, baik PDIP maupun GP Anshor sangat konsen terhadap kaum muda. Dengan demikian, kerjasama ke depan mau dilakukan dgn sangat baik.

“Terima kasih, dan saya banyak cerita itu, saya juga ikuti NU ya meskipun di dalam pengalaman dgn seluruh kiai sepuh, tokoh nasionalis dan kita banyak titik temu ketika jalan sejarah dan tirakatan, itu spiritualitas yg hidup dalam Indonesia,” tandas Hasto.

Baca Juga:  Gus Yaqut: Bersama GP Ansor, NU dan Indonesia Akan Tetap Jaya





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.