Tiga Perkara Membinasakan Menyelamatkan Menghapus Dosa Mengangkat Derajat

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīmi dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi penyayang dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Baru duduk di meja kerja lalu membuka blog http://www.nurulhikmah.com yang berusaha selain untuk bahan pembelajaran untuk diri sendiri juga mudah-mudahan bisa mengajak para pengguna internet untuk bersama-sama menuntut dan menambah ilmu agama islam.
Tiga Perkara yang Membinasakan Menyelamatkan Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat
Dari facebook saya menyukai banyak halaman maupun tokoh-tokoh serta ulama di Indonesia, karena biasanya hampir setiap hari disuguhkan dengan berbagai motivasi yang baik untuk kebahagian maupun keselamatan dalam menjalani hidup didunia dan untuk bekal di akhirat nanti dengan mengharap Ridho Allah ‘Azza Wa Jalla. Ada hadits shahih yang membuat saya ingin share kembali melalui weblog belajar islam ini mengenai Tiga Perkara yang Membinasakan, Menyelamatkan, Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat seorang manusia.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ ، وَثَلاثٌ مُنَجِّيَاتٍ ، وَثَلاثٌ كَفَّارَاتٌ ، وَثَلاثٌ دَرَجَاتٌ .
فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ : فَشُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بنفْسِهِ .
وَأَمَّا الْمُنَجِّيَاتُ : فَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ ، وَالرِّضَى ، وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى ، وَخَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلانِيَةِ .
وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ : فَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ ، وَنَقْلُ الأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ .
وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ : فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ ، وَإِفْشَاءُ السَّلامِ ، وَصَلاةٌ بِاللَّيْلِ ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ .
Ada tiga perkara yang membinasakan, tiga perkara yang menyelamatkan, tiga perkara yang menghapus dosa dan tiga perkara yang meninggikan derajat.”
Adapun tiga perkara yang membinasakan:
1) Kekikiran yang ditaati
2) Hawa Nafsu yang dituruti
3) Kekaguman seseorang terhadap dirinya.
Tiga perkara yang menyelamatkan:
1) Berbuat adil ketika marah maupun senang
2) Sederhana ketika miskin maupun kaya
3) Takut kepada Allah ketika bersendirian maupun di keramaian.
Tiga perkara yang menghapuskan dosa:
1) Menunggu sholat sampai sholat berikutnya
2) Menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin
3) Berjalan menuju sholat jama’ah.
Tiga perkara yang mengangkat derajat:
1) Memberi makan
2) Menyebarkan salam
3) Sholat di waktu malam, ketika manusia sedang tidur.
[HR. Ath-Thabarani dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jami’: 3045]

Sahabat muslim yang saya cintai dan semoga dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mari kita renungkan bersama berbagai perkara yang telah disebutkan diatas secara keseluruhan dan kita tanya pada diri kita bagaimana keadaan kita pada saat ini ?

Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan semoga kita selaku umatnya dapat mengikuti beliau dan berjumpa di Surga dengannya. Sahabat semuanya mari kita berusaha sekuat tenaga dan selalu berdoa agar dihindarkan dari 3 perkara yang membinasakan sesuai hadits Rasulullah. Dan marilah kita berusaha sekuat tenaga serta niatkan dan terus berdoa agar dapat melakukan berbagai perkara yang bisa menyelamatkan, menghapus dosa dan bisa mengangkat derajat kita terutama dihadapan Allah Ta’ala.

Adab Tata Cara Makan Dan Minum Sesuai Sunah Nabi Dan Syari’at Islam

div style=”text-align: justify;”>Doa sangat penting untuk dibaca pada saat hendak beraktivitas, maka belajar islam mengajak untuk mengawali dengan doa dalam berbagai aktivitas. Doa juga sangat penting untuk dibaca pada saat makan maupun minum supaya apa yang kita makan menjadi keberkahan tersendiri bagi tubuh kita agar terhindar dari segala makanan yang tidak bermanfaat.

إِذَاأَكَلَأَحَدُكُمْطَعَامًافَلْيَقُلْ: بسمالله, فَإِنْنَسِيَفِيْأَوَّلِهِفَلْيَقُلْ: بِسْمِاللهِفِيْأَوَّلِهِوَآخِرِهِ
“Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan, maka hendaklah dia mengucapkan “Bismillah” (Dengan nama Allah), dan bila dia lupa diawalnya hendaklah dia mengucapkan “Bismillah fii awwalihi wa akhirihi” (Dengan nama Allah di awal dan diakhirnya).”{Shahih Sunan At-Tirmidzi 2/167 no.1513 oleh Asy-Syaikh Al-Albani }.
Adab lain dari makan dan minum adalah tidak boleh mencela makanan atau minuman yang tidak kita sukai. Rasulullah SAW. selalu mensyukuri makanan yang ada.
Adab sebelum makan dan minum
– Makan dan minum dari rezeki yang halal dan baik.
Berniat mendekatkan diri kepada Allah SWT. .
– Mencuci Tangan.
– Duduk dengan sopan.
– Tidak mencela makanan.
Adab ketika makan dan minum
– Membaca Basmallah.
Tidak meniup makanan dan minuman walaupun masih panas.
Memberi kesempatan orang yang lebih tua untuk mengambil makanan atau minuman.
– Makan dan minum sebaiknya duduk
Menggunakan tangan kanan.
Tidak berbicara.
Ambil makanan yang paling dekat.
Adab sesudah makan dan minum
Berhenti sebelum kenyang.
Membaca Hamdallah.
Mencuci tangan.
Sikat gigi atau berkumur.
Merapikan dan membereskan tempat atau alat sehabis makan.

Bahaya Ciri-ciri Orang Munafik Berdasarkan AlQuran Hadits

Munafik berasal dari bahasa Arab منافق munāfiqūn yang bisa diartikan sikap pura-pura mengikuti ajaran agama Islam dimana sebenarnya hatinya memungkirinya sehingga salah satu ciri-ciri orang munafik adalah menyembunyikan kebatilan dan menampakkan kebaikan.

Ciri-ciri Orang Munafik
Ciri-ciri Orang Munafik Berdasarkan AlQuran Hadits
Ciri-ciri Orang Munafik Berdasarkan Al-Qur’an
Mengawali membahas golongan orang-orang munafik berdasarkan Al-Quran dan Hadits maka  mari kita buka Al-Quran terlebih dahulu dan utamakan yang ada artinya, buka Surah Albaqarah ayat 1-20.
  1. Alif laam miim.
  2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
  3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
  4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
  5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
  6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
  7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
  8. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
  9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
  10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
  11. Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.
  12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
  13. Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”. Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
  14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.
  15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
  16. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
  17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
  18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
  19. atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
  20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Dalam Surah Al Baqarah ayat 1-20 Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan 3 golongan manusia, yaitu :
  1. Orang-orang beriman dan bertakwa (Al Baqarah ayat 1-5)
  2. Orang-orang kafir (Al Baqarah ayat 6-7)
  3. orang-orang munafik (Al Baqarah ayat 8-20)
Lihat dan perhatikan dalam Surah Al Baqarah orang-orang beriman dibahas dalam 5 ayat pertama, lalu orang-orang kafir hanya 2 ayat saja dan untuk orang-orang munafik dibahas dalam Surah Al Baqarah sampai 13 ayat dari ayat 8 sampai 20. Ini betapa penting dan bahayanya golongan orang-orang munafik sampai baru pada Juz 1 Surah 2 setelah Al Fatihah, Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin menegaskan untuk memperhatikan dan supaya kita sebagai seorang muslim agar dapat menghindari berbagai sifat-sifat munafik.
Ciri-ciri orang munafik dari Surah Al Baqarah ayat 8-20 bisa kita lihat bersama dan ketahui, dalam Al Quran sebenarnya banyak sekali dapat kita temukan pembahasan tentang orang-orang munafik, seperti di dalam surat An-Nisa’[4] ayat 142-143, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ciri-ciri orang munafik sebagai berikut :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا(142)مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لَا إِلَى هَؤُلَاءِ وَلَا إِلَى هَؤُلَاءِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا(143)
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (142) Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (143).”
Ciri-ciri Orang Munafik Berdasarkan Hadits
Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam semoga Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargnya.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya bersabda :
عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : أية المنافق ثلاث : اذا حدث كذب, واذاوعد أخلف, واذا آؤتمن خان
Artinya : Dari Abu Hurairah ra : Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “ ada tiga ciri orang munafik, yaitu :
  1. Bila berkata ia berdusta
  2. Bila berjanji ia selalu ingkar
  3. Bila diberi amanat, ia berkhianat.
عن عبدالله بن عمر رضى الله عنهما : أن النبى صلى الله عليه وسلم قال : اربع من كن فيه منافقا خالصا, ومن كانت فيه خصلة منهن كانت فيه خصلة من النفاق حتى يدعها : اذا آؤتمن خان , اذا حدث كذب, واذا عاهد غدر , واذا خاصم فجر
Artinya : Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. : Rasulullah pernah bersabda,”siapapun yang memiliki empat sifat (karakteristik) ini adalah seorang munafik dan siapapun yang memiliki satu dari empat sifat ini ia akan mempunyai satu sifat kemunafikan sampai ia meninggalkannya;
  1. setiap kali diberi amanat, ia khianat
  2. setiap kali bicara, ia berdusta
  3. setiap kali berjanji, ia melanggar
  4. setiap kali berselisih, ia bersikap menghina, jahat dan ceroboh.
Bahaya dan Hukuman Bagi Ciri-ciri Orang Munafik
Jelas sekali bahwa bahaya munafik sangat berat hukumannya terutama dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti keterangan yang terkandung didalam Firman-Nya dalam Al-Quran Surah An-Nisaa 145 :
(إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (١٤٥
Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

 

Sahabat muslim mari kita lebih mengenal Allah ‘Azza Wa Jalla yang memiliki 99 Asma’ul Husna nama-nama yang baik lagi indah dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya serta Sifat Wajib Allah Tabaraka Wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha segala-galanya selalu melihat dan mengawasi setiap perbuatan kita baik yang nampak maupun yang tidak nampak terselip dalam hati kita, dan yakini bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahui setiap amal perbuatan kita setiap saat dimana saja berada sehingga kita merasa selalu diawasi serta agar bisa terhindar dari sifat-sifat golongan orang-orang munafik.