Arti Mimpi tentang Banjir & Hujan

Mimpi yg juga sering dialami oleh seseorang ialah mimpi tentang banjir dan hujan. Ulama Mu’abbirîn menafsirkan mimpi tersebut dgn berbagai arti, tergantung hal-hal yg melingkupinya.

 

Mimpi tentang Banjir
Arti asal mimpi terkena banjir ialah adanya serangan dari musuh atau orang yg tak menyukai kita. Sebaliknya, arti mimpi diserang musuh ialah mau terjadi suatu banjir. Jika tampak dalam mimpinya kalau banjir bermula dari hujan, maka ia mau merasakan kesusahan atau sakit. Penafsiran ini berdasarkan keterkaitan antara hujan dgn rasa susah dan sakit yg terdapat dalam ayat berikut:

 

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰٓ

 

Artinya, “Dan tak ada dosa atas kalian, bila kalian mendapat sesuatu kesusahan sebab hujan atau sebab kalian memang sakit.” (QS an-Nisa: 102)

 

Ada kemungkinan pula, mimpi terkena banjir yg bermula dari hujan berarti orang mau merasakan kepayahan dalam perjalanan yg mau ditempuhnya. Penafsiran mimpi demikian berdasarkan keterkaitan antara redaksi mardla (sakit) dgn redaksi safar (bepergian) dalam ayat berikut:

وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ

 

Artinya, “Adapun bila kamu sakit atau sedang dalam perjalanan” (QS an-Nisa: 43)

 

Jika mimpi terkena banjir yg diawali hujan tersebut meluap hingga pertokoan dan bangunan-bangunan ikut tenggelam, maka berarti mau ada badai di daerah tersebut, atau ada ketakadilan dari pemimpin yg imbasnya mau segera dirasakan oleh masyarakat.

 

Adapun mimpi terkena banjir tanpa diawali hujan, tapi sebab saluran air yg meluap maka berarti mau ada pertumpahan darah atau mau terjadi keburukan-keburukan serupa di daerah orang yg bermimpi. Jika banjir mengalir menuju sungai hingga luapan banjir menjadi reda, maka berarti pemimpi dapat melawan orang yg dianggapnya sebagai musuh yg berasal dari kalangan pemerintahan.

 

Mimpi tentang Hujan
Lain halnya dgn mimpi turun hujan. Mimpi hujan tanpa banjir memiliki arti beraneka ragam. Jika hujannya turun secara merata di setiap sudut tempat, maka menunjukkan masyarakat setempat mau merasakan kelapangan dan kebahagiaan, serta mau banyak air sumber yg mengaliri daerah tersebut.

 

Berbeda ketika hujannya tak merata, tapi hanya tertentu pada dirinya sendiri tanpa menghujani orang lain, maka berarti ia mau terkena penyakit cacar atau ia mau terkena musibah. 

 

Sementara ketika tampak dalam mimpinya hujan yg turun dari langit bukan berupa air, tapi berupa darah, maka menunjukkan bahwa keluarganya mau dikalahkan oleh musuh-musuhnya, atau keluarganya mau terkena musibah dari Allah. Adapula yg mengartikan mimpi hujan darah berarti pemimpin daerah setempat mau menyiksa atau menyengsarakan rakyatnya dan mau ada pertumpahan darah di daerah setempat.

 

Lain halnya ketika orang bermimpi hujan batu atau debu, maka mimpi tersebut menunjukkan mau ada musibah atau cobaan yg mengenai penduduk daerah setempat yg berasal dari pemimpin mereka. (Abu Sa’d Nasr bin Ya’kub ad-Dinawari, Kitâbut Ta’bîr fîr Ru’yâ, [Beirut, ‘Âlamul Kutub: 2000 M], cetakan kedua, juz II, halaman 50-54).

 

Menurut Ibnu Sirin, buruknya beragam mimpi tentang hujan, disebabkan saat menjelaskan sesuatu yg turun dari langit, ketika menggunakan redaksi “mathar” (hujan), secara umum Al-Qur’an menjelaskan hal-hal yg buruk. Misal seperti dalam dua ayat berikut:

 

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا، فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِيْنَ 

 

Artinya, “Dan Kami hujani mereka dgn hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana ketelahan orang yg berbuat dosa itu.” (QS al-A’râf: 84)

 

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ

 

Artinya, “Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dgn batu dari tanah yg terbakar.” (QS Hud: 82)

 

Berbeda saat Al-Qur’an menjelaskan hujan namun tak menggunakan kata dari akar kata “mathara”, maka umumnya menjelaskan hal-hal yg baik. Misal seperti dalam ayat berikut:

 

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً مُّبٰرَكًا فَاَنْبَتْنَا بِهِ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِ

 

Artinya, “Dan dari langit Kami turunkan air yg memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dgn (air) itu pepohonan yg rindang dan biji-bijian yg dapat dipanen.” (QS Qaf: 9)

 

Berdasarkan fenomena ini ulama Mu’abbirîn menafsirkan mimpi-mimpi yg berkaitan dgn hujan dgn arti mau terjadi hal-hal buruk. Sebab salah satu pijakan mereka dalam menafsiri mimpi ialah berpegang teguh pada isyarat-isyarat yg terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits. 

 

Beragam arti mimpi yg dirumuskan oleh ulama Mu’abbirîn tak selamanya berdasarkan pandangan subjektif dari pemikiran dan perenungan pribadi mereka. Akan tetapi, selama dalam Al-Qur’an dan hadits mereka temukan isyarat yg sesuai dgn mimpi tertentu, maka dalil tersebut mau dijadikan pijakan buat menafsiri mimpi tersebut. (Ad-Dinawari, Kitâbut Ta’bîr fîr Ru’yâ, juz II, halaman 50-54).​​​ Wâllahu a’lam.

 

Gus M Ali Zainal Abidin, Pengajar di Pesantren Annuriyyah, Kaliwining, Rambipuji, Jember.





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.