Doa Sujud Sahwi

Sujud sahwi dianjurkan bagi orang yg melakukan shalat sebab meninggalkan sunnah ab‘adh shalat atau sebab ragu terkait (belum atau telah) pelaksanaan sunnah ab‘adh shalat. Sujud sahwi dilaksanakan sebanyak dua kali sebelum salam.

Mazhab Syafi’i menyebutkan delapan sunnah ab‘adh. Berikut ini ialah delapan sunnah ab‘adh:

(1) Lafal tasyahhud awal;

(2) Duduk iftirasy pada tasyahud awal;

(3) Qunut subuh dan qunut witir pada paruh kedua Ramadhan (tak termasuk qunut nazilah);

(4) Posisi berdiri pada qunut;

(5) Shalawat nabi setelah tasyahud awal dan (6) setelah qunut;

(7) shalawat buat keluarga nabi setelah tasyahud akhir dan (8) setelah qunut. (Zainuddin Al-Malibari, Qurratul Ain bi Muhimmatid Din).

Berikut ini ialah tasbih atau doa sujud sahwi:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَسْهُو وَلَا يَنَامُ

Subhāna man lā yashū wa lā yanāmu

Artinya, “Mahasuci Zat yg tak lupa dan tak tidur,” (Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in, [Bandung, Syirkatul Ma’arif: tanpa tahun], halaman 25).

Adapun berikut ini ialah lafal alternatif sujud sahwi yg disebutkan Syekh M Nawawi Al-Bantani:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَسْهُو وَلَا يَغْفُلُ

Subhāna man lā yashū wa lā yaghfulu

Artinya, “Mahasuci Zat yg tak lupa dan tak lalai.” (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Bandung, Syirkatul Ma’arif: tanpa tahun], halaman 81).

Demikian bacaan tasbih atau doa sujud sahwi yg layak dibaca. Wallahu a‘lam. (Alhafiz Kurniawan)





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.