Membahas tentang29 April 711: Pasukan Islam Menaklukkan Spanyol

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentang29 April 711: Pasukan Islam Menaklukkan Spanyol,

Oase.id- Sahabat Rasulullah Muhammad, Thariq bin Ziyad, berhasil menerobos wilayah Eropa bersama 7.000 pasukan yg dipimpinnya. Thariq, diperintah Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nushair untuk menaklukkan Hispania yg mencakup Spanyol, Iberia, dan Portugal.

Thariq berangkat dari Afrika Utara menuju sebuah kawasan dekat gunung Gibraltar. Dari titik itu, pasukan Muslim dgn gesit melebarkan kekuasaannya ke seluruh Semenanjung Iberia. Pendaratan Thariq bin Ziyad yg mengawali perluasan pengaruh Islam ke Eropa itu terjadi pada 29 April 711.

 

Latar belakang

Sebelum ditaklukkan dan dikuasai pasukan Islam, kawasan Iberia merupakan pusat kekuasaan kerajaan Visigoth. Kerajaan ini kerap melancarkan propaganda supaya penduduk membuat kerusuhan demi menentang kekuasaan Bani Umayyah. 

Sebelumnya, menurut Philip Khuri Hitti dalam History of The Arabs: From the Earliest Times to the Present (2002), pengintaian wilayah ini telah dilakukan sejak Juli 710.

Baca: 29 Januari 661: Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin Berakhir

 

Mula-mula, Musa bin Nushair menunjuk orang kepercayaannya bernama Tharif bin Malik untuk mendarat di semenanjung kecil dgn membawa balatentara berkekuatan 100 pasukan kavaleri dan 400 infanteri.

Mereka menyeberangi selat yg berada di antara Maroko dan Eropa dgn menggunakan 4 buah kapal yg disediakan Yulianus, mantan penguasa wilayah Septa. 

Dalam penyerbuan itu, Tharif tak mendapat perlawanan yg berarti. Mereka menang dan kembali ke Afrika Utara. 

Didorong keberhasilan Tharif ibn Malik inilah, Musa bin Nushair mengirimkan kembali pasukannya ke Andalusia di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.

 

“Dari sisi kecepatan operasi dan kadar keberhasilannya, ekspedisi ke Spanyol memiliki kedudukan yg unik dalam sejarah militer abad pertengahan,” tulis Hitti.

 

Penaklukkan

Thariq bin Ziyad membawa pasukan yg kebanyakan berasal dari suku Moor yg didukung Musa bin Nushair, dan perwakilan bangsa Arab yg dikirim Khalifah Al-Walid I.

Ketika berhasil menyeberangi selat dan menguasai Giblartar, mereka membuat pertahanan dan tempat menyiapkan pasukan untuk memulai penaklukan. 

Dalam pertarungan yg dikenal dgn sebutan Pertempuran Guadalete itu, Raja Roderikus alias Rodrigo dapat dikalahkan. Thariq kemudian bergerak menaklukkan Cordoba, Granada, dan Toletum, ibu kota Visigoth. 

Ketika hendak memasuki Toletum, Thariq meminta tambahan pasukan kepada Musa bin Nushair yg kemudian dijawab dgn pengiriman sebanyak 5.000 personel sehingga total pasukan yg terlibat dalam penaklukkan itu berjumlah 12.000 orang. 

Meskipun begitu, jumlah ini belum sebanding dgn militer Visigoth yg berjumlah 100.000 orang.

Baca: Tahun Baru 1 Januari 630: Nabi Muhammad Membebaskan Kota Mekah

 

Willem Brownstok dalam Islam: Dari Invasi Mongol ke Penaklukan Muslim di India (2020) menuliskan, kekalahan pasukan Visigoth dapat juga lantaran faktor internal, yakni konflik perpecahan yg sedang terjadi di dalam kerajaan.

Pada 710, Raja Visigoth, Witiza, meninggal dunia. Namun, anak-anak yg disiapkan sebagai penggantinya tak mampu berkuasa. Tak lama, seorang kerabat jauh kerajaan bernama Rodrigo mengambil alih melalui beberapa perebutan dan pemberontakan. 

“Seluruh pasukan Visigoth yg datang bersamanya dgn curang dan dalam persaingan sebab harapan kerajaan, melarikan diri,” tulis Brownstok.

Di Toletum, penguasa kerajaan Visigoth lainnya, Theodomirus dari Auraiola bergabung dgn Thariq untuk menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Caesaraugusta sampai Navarra.

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentang29 April 711: Pasukan Islam Menaklukkan Spanyol . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.