Membahas tentang3 Unsur Keesaan Allah SWT dalam Tafsir Surah Al Ikhlas

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentang3 Unsur Keesaan Allah SWT dalam Tafsir Surah Al Ikhlas,

Surah Al-Ikhlas merupakan surat ke-112 dalam Al-Quran. Surat ini tergolong surat Makiyah yg berbicara tentang tauhid dan adab bertauhid.

Surah ini berisi tentang penegasan terhadap keesaan Allah Swt. Jika diperhatikan, surat ini menyebut nama Allah diulang sebanyak dua kali. Nah, pengulangan ini sangat memperlihatkan seberapa besar kekuatan Allah, dan mengecam mau segala bentuk persekutuan.

Surat ini memiliki 4 ayat yg berbunyi:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah ialah Tuhan yg bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tak beranak dan tak pula diperanakkan. Dan tak ada seorang pun yg setara dgn Dia.”

Tafsir Ibnu Katsir mengutip riwayat Imam Ahmad dari Ubay ibnu Ka’b, bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” Maka Allah menurunkan surat Al-Ikhlas.

Hadis lain juga menyebutkan bahwa, ada orang yg Badui yg datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia bertanya, “Gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” Maka turunlah surat ini.

Berdasarkan kisah tersebut, lalu Imam Tabrani meriwayatkan melalui hadis Abdur Rahman ibnu Usman At-Tara-ifi, dari Al-Wazi` ibnu Mani`, dari Abu Salamah, dari Abu Kurairah yg mengatakan bahwa Rasulullah ï·º pernah bersabda:

لِكُلِّ شَيْءٍ نِسْبَةٌ وَنِسْبَةُ اللَّهِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ وَالصَّمَدُ لَيْسَ بِأَجْوَفَ

Artinya: Segala sesuatu mempunyai predikat dan predikat Allah ialah, “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah ialah Tuhan yg bersifat As-Samad. As-Samad artinya tak berongga.”

Dari berbagai hadis di atas, sangat jelas bahwa tiada satu pun yg dapat menyerupai serta menyekutukan-Nya.

Mengutip dari Tafsir Ringkas Kementerian Agama bahwa, “Wahai Nabi Muhammad ï·º, katakanlah kepada kaum musyrik yg menanyakan sifat dan nasab Allah dgn tujuan mengejek. Dialah Allah, Yang Maha-Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tak berbilang dalam nama, sifat dan ketuhanan-Nya.” 

Dalam tafsir Kementerian Agama tersebut juga dijelaskan, pada ayat pertama ini, Allah Swt menyuruh Nabi Muhammad ï·º menjawab pertanyaan orang-orang yg menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia ialah Allah Yang Maha-Esa, tak tersusun dan tak berbilang, sebab berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yg lain, sedang Allah sama sekali tak memerlukan suatu apa pun.

Adapun keesaan Allah SWT meliputi tiga hal, yakni:

  1. Maha-Esa pada zat-Nya yg tak tersusun dari beberapa zat atau bagian.
  2. Maha-Esa pada sifat-Nya bahwa tak ada satu sifat makhluk pun yg menyamai-Nya 
  3. Maha-Esa pada perbuatan-Nya, dan Dialah yg membuat semua perbuatan sesuai dgn firman-Nya.

Demikianlah tiga unsur keesaan Allah SWT dalam tafsir Surat Al Ikhlas. Semoga bermanfaat.

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentang3 Unsur Keesaan Allah SWT dalam Tafsir Surah Al Ikhlas . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.