Membahas tentangBerbisnis Tanaman Hidroponik di Masa Pandemi

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangBerbisnis Tanaman Hidroponik di Masa Pandemi,

Pandemi Covid-19 tak boleh jadi alasan kita untuk menyerah pada keadaan. Banyak hal yg dapat dilakukan. Utamanya dalam upaya untuk menambah pendapatan.

Pemuda Karang Taruna Desa Karyamukti Dusun Bantargintung bersama Patriot Desa Jawa Barat ini dapat dijadikan contoh. Mereka melaksanakan kegiatan bisnis Tanam hidroponik di Kebon Toga Dusun Bantargintung, Desa Karyamukti, Tomo, Sumedang, Jum’at (23/07/2021).

Selain dapat uang tambahan, tujuan dari kegiatan tanam hidroponik ini yaitu untuk memunculkan peran serta pemuda dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk berbisnis dan menjaga ketahanan pangan di masa pandemi. Juga sebagai salah satu bentuk kecintaan hobi.

Pemanfaatan lahan pekarangan yg dilakukan pemuda Karang Taruna Desa Karyamukti dan Patriot Desa Jawa Barat tentu saja dapat mewujudkan kemandirian para pemuda dan sebagai langkah solutif  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebab tak perlu membeli sayur mayur keluar desa atau dusun, sebab telah tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan tanam hidroponik ini melibatkan pemuda karang taruna, penggerak lokal dan Patriot Desa Jawa Barat. Adapun jenis spesies tanaman yg ditanam ialah kangkung (Ipomoea aquatica) dan pakcoy (Brassica rapa subsp.chinensis).

Tanaman tersebut di simpan dan dikelola di pekarangan kosong dusun dgn membuat saung bambu yg dimanfaatkan langsung dari lingkungan warga sekitar.

Kegiatan panen dilakukan tiga kali dalam sebulan. Hasil panen tersebut dijual ke warga lokal sekitar dgn harga 2.500 rupiah per ikat. Berat 1 ikatnya 250 gram. Panen tadi mendapatkan 30 ikat. Kalau dihitung dgn uang, maka uang yg didapatkan ialah Rp75.000.

Penggerak lokal dan ketua Karang Taruna dusun meyakini betul gerakan yg sederhana ini mudah dilakukan oleh para pemuda di pekarangan rumah masing-masing. Karena, memiliki dampak yg luar biasa dalam upaya berbisnis, menjaga ketahanan pangan serta solusi dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebab tak perlu membeli sayur mayur keluar desa sebab langsung diantarkan oleh pengelola.

“Kami menyampaikan kepada anggota karang taruna, bahwa memanfaatkan lahan kosong dgn menanam hidroponik ini sebagai sarana pembelajaran berbisnis. Kami yakin impian menuju pemuda mandiri, aktif dan kolaboratif mau cepat terwujud.”

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangBerbisnis Tanaman Hidroponik di Masa Pandemi . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.