Membahas tentangDoa supaya Diberikan Kemudahan Rezeki

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangDoa supaya Diberikan Kemudahan Rezeki,

Permasalahan demi permasalahan pasti ada pada masing-masing orang. Baik persoalan pribadi atau pun yg bersangkutan dgn kehidupan kita sendiri.

Adanya permasalahan yg diberikan oleh Allah Swt bukannlah suatu musibah yg harus kita keluh-kesahkan atau kita sesali kepada-Nya. Melainkan, jadikan semuanya ujian yg harus kita lalui dgn sikap sabar dan sikap rendah hati untuk tetap terus mengingat kepada-Nya.

Salah satu persoalan yg telah umum dipermasalahkan ialah rezeki. Besar kecil rezeki yg didapat semua telah ketentuan dari Allah Swt. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadis yg diriwayatkan oleh Bukhari No-3703 yg berbunyi:

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَلَقِيتُ أَبَا مَسْعُودٍ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَسَأَلْتُهُ فَحَدَّثَنِيهِ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musa telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Al A'masy dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazid dari 'Alqamah dari Abu Mas'ud Al Badri radliallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, barangsiapa membacanya pada malam hari, maka ia mau dicukupi.” Abdurrahman berkata, kemudian aku bertemu dgn Abu Mas'ud yg saat itu sedang thawaf di Ka'bah, lalu aku bertanya kepadanya, dia kemudian menceritakan (hadits tersebut) kepadaku.” (HR. Bukhari No-3707)

Hadis tersebut menjelaskan tentang 2 ayat terakhir pada QS. Al-Baqarah yg hendaknya diamalkan setiap malam supaya dilancarkannya rezeki. Sebagaimana bunyi dari 2 ayat terakhir pada QS. Al-Baqarah (285-286):

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yg diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yg beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tak membeda-bedakan antara seseorangpun (dgn yg lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali,” (QS. Al-Baqarah, 285)

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: Allah tak membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebabilan) yg diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yg dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami bila kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yg berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yg tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yg kafir”. (QS. Al-Baqarah, 286)

Mengamalkan kedua ayat ini setiap malam diyakini mau melapangkan rezeki yg dapat datang dari sisi mana pun. Besar kecil rezeki yg dititipkan oleh Allah semua mau nikmat bila kita mensyukurinya. Ada pula salah satu ayat dalan QS. Al-Maidah ayat 114 yg diyakini juga sebagai doa mempermudah rezeki, doa ini diajarkan dari kisah Nabi Isa as:

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya: Ya Allah, Tuhan kami! Turunkanlah kiranya kepada kami satu hidangan dari langit, untuk menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi kami yg ada hari ini dan bagi orang-orang kami yg datang kemudian, dan sebagai satu tanda (mukjizat) ketimbangmu (yg menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Mu); dan kurniakanlah rezeki kepada kami, kerana Engkau jualah sebaik-baik Pemberi rezeki.”(QS. Al-Maidah ayat 114)

Dengan dibacanya ayat ini secara lengkap, maka niscaya Nabi Isa as ikut memanjatkan doanya kepada Allah untuk kelancaran rezeki yg kita minta melalui perantara doanya (Nabi Isa as).

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangDoa supaya Diberikan Kemudahan Rezeki . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.