Membahas tentangKualitas Hijab Ditentukan Jenis Kain dan Cara Perawatannya

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangKualitas Hijab Ditentukan Jenis Kain dan Cara Perawatannya,

Oase.id- Desainer produk tekstil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Nurul Akriliyati menjelaskan, serat kain dan cara perawatan dapat mempengaruhi kualitas hijab. Nurul menambahkan, bahan sifon sekarang menjadi pilihan yg cukup lazim digunakan hijaber. 

Menurut dia, sifat bahan sifon ringan, lembut, dan udara mudah bertukar, sehingga pemakainya dibuat nyaman serta jatuhannya pun bagus. Sifon yg semula hanya dibuat menggunakan benang sutra kini diproduksi dgn berbagai jenis serat, antara lain, kapas atau katun, rayon, nilon, poliester, atau campuran lain.

Ada juga bahan satin. Kain ini ditenun dgn cara tenun satin, menghasilkan bagian luar kain terlihat berkilau, sementara bagian dalamnya tak. Kain satin banyak ditemukan di pasar dan diproduksi dari beraneka serat, seperti sutra, poliester, dan nilon.

“Jika memilih baju Muslim beserta hijab dari kain jenis sifon maupun satin, yg harus diperhatikan ialah dari serat apa dia terbuat? Jika dari serat alam seperti katun, rayon, dan sutra, hijab mau nyaman digunakan, sebab menyerap air atau keringat. Jika kain sifon atau satin dari serat sintetis seperti nilon dan poliester, mau kurang nyaman digunakan pada cuaca panas. Saygnya, serat alam (katun, rayon, dan sutra) cepat sekali kusam bila sering digunakan,” ujar dia, dilansir dari Media Indonesia, Jumat, 10 April 2020. 

Perempuan yg memiliki pengalaman mengajar di beberapa sekolah mode ternama ini menambahkan, baju Muslim dari kedua jenis kain ini memerlukan perawatan sendiri supaya warna tetap bagus, tak cepat kusam, benang tak ketarik, sehingga kain tak rusak. Jika memiliki mesin cuci dgn pengaturan ‘hand wash’ atau seperti mencuci dgn tangan, kedua jenis kain ini dapat dicuci pada pengaturan tersebut. 

“Khusus untuk hijab alangkah lebih baik, bila dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kantung cuci. Sedangkan baju muslimah berbahan lembut sebaiknya dicuci tangan, tanpa menggosoknya terlalu keras, dan tak pula mengeringkan kainnya dgn kasar, lalu diangin-anginkan tanpa langsung terkena sinar matahari. Jangan lupa, bagian luar kain harus diletakkan di dalam sebelum diangin-anginkan untuk menjaga warnanya,” jelasnya. 

Sebagai penunjang perawatan baju Muslimah secara khusus, Nurul menyarankan menggunakan sabun cuci yg lembut dan ditambahkan pelembut dan pewangi untuk hijab dan pakaian.

 

Hijaber Mega Iskanti memiliki trik sendiri dalam merawat baju-baju muslim dan koleksi hijabnya. Menurutnya, baju muslim berbahan khusus, seperti sutra, sifon, atau satin, memang paling baik dicuci menggunakan tangan, dikucek pelan menggunakan fabric care yg sesuai. Dengan begitu serat kainnya tetap bagus dan terawat hingga waktu yg lama. 

Meskipun telah menggunakan sabun cuci yg lembut, kadang tak cukup. “Makanya saat tahu Wings Care mau meluncurkan produk fabric care yg dapat membuat perawatan hijab lebih mudah, jelas mau membantu banget,” ujar Mega.

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangKualitas Hijab Ditentukan Jenis Kain dan Cara Perawatannya . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.