Membahas tentangMenikmati Puisi Komedi di Masa Pandemi

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangMenikmati Puisi Komedi di Masa Pandemi,

Oase.id- Sejumlah penyair bergiliran membacakan bait-bait puisi dari rumah dan dipertontonkan lewat taygan langsung Instagram.

Pembacaan puisi dalam tajuk #puisidirumajsaja merupakan inisiasi dari penerbit buku Imaji Indonesia dan kanal Info Sastra. Minggu, 12 April malam itu merupakan ketiga kalinya helatan itu digelar. 

Acara dibuka dgn pembacaan sepenggal sajak karya Jose Rizal Manua berjudul Sembako Atawa Sembarang Komentar yg dibawakan Willy Ana (@puisiwilly). Ana membacakan sepenggal sajak itu dgn menyanyikannya.

Disambung dgn pembacaan Obituari Laut oleh Wayan Jengki Sunarta (@jengki_sunarta). Puisi itu merupakan salah satu puisi yg ada dalam buku kumpulan puisinya, Amor Fati (2019).

Selain Wayan Jengki, penyair yg juga membacakan salah satu karyanya ialah Ratna Ayu Budhiarti (@ratnaayu_b). Penyair yg bermukim di Bandung ini, memilih salah satu puisinya dari antologi What’s Poetry? (2012).

Ratna Ayu membacakan sajak berjudul Cerita Wanita Karir Setelah Melepas Lajang.

 

Pangeran telah tanpa “shining armour” lagi

Dia kini berperut gendut, dan aku harus mencuci setiap hari:

Bye-bye meni-pedi

Aku tak punya waktu dan uang lagi

Pentas sastra #puisidirumahsaja kali ini memang bertema ‘Panggung Puisi Komedi.’ Sehingga banyak dari para penyair yg membacakan sajak-sajak yg bernada humor.  

Para penyair yg juga ikut berpartisipasi pada Minggu malam itu ialah Isbedy Setiawan ZS, Mahwi Air Tawar, Tora Kundera, Iwan Kurniawan, Aditya Putra Utama, Fikar W. Eda, Muhammad Alfarizie, Devi Matahari, Iman Sembada, Zulfaisal Putra, Yusuf Bambang, Sudiyanto, dan Mustafa Ismail.

Format pembacaan #puisidirumahsaja ini ialah beralih dari akun satu penyair ke penyair lain. Kita yg mau menonton, dapat melihat informasinya terlebih dahulu di akun @infosastra. Namun, tampaknya perlu dipikirkan format lain supaya #puisidirumahsaja lebih dapat diikuti secara efektif.

Pasalnya, saat berpindah ke akun satu penyair ke penyair lain, cukup merepotkan sebab harus berulang-ulang mengetikkan nama pengguna di kolom pencarian. Belum lagi, bila akun si penyair dikunci, otomatis kita tak dapat menyaksikan taygan langsungnya. 

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangMenikmati Puisi Komedi di Masa Pandemi . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.