Membahas tentangMuslim Wajib Tahu, Ini Macam-macam Najis dan Cara Menyucikannya!

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangMuslim Wajib Tahu, Ini Macam-macam Najis dan Cara Menyucikannya!,

Oase.id – Dalam istilah ilmu fiqih, najis ialah segala sesuatu yg dianggap kotor yg membuat ibadah menjadi tak sah terutama salat. Karena hal ini, Suci dan tak adanya najis merupakan indikator utama seperti tak adanya kotoran hewan, air ludah, sperma, darah dan lain sebagainya.

Najis terbagi dalam tiga macam, yaitu:

  1. Najis mukhaffafah
  2. Najis mutawassithah
  3. Najis mughalladhah.

Sebagaimana yg ditulis kitab Safiinatun Najaa oleh Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami:

فصل النجاسات ثلاث: مغلظة ومخففة ومتوسطةالمغلظة نجاسة الكلب والخنزير وفرع احدهما والمخففة بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين والمتوسطة سائر النجاسات

“Fashal, najis ada tiga macam: mughalladhah, mukhaffafah, dan mutawassithah.Najis mughalladhah ialah najisnya anjing dan babi serta anakan salah satu dari keduanya. Najis mukhaffafah ialah najis air kencingnya bayi laki-laki yg belum makan selain air susu ibu dan belum sampai usia dua tahun. Sedangkan najis mutawassithah ialah najis-najis lainnya.”

BACA: 7 Adab Minum Air yg Disunnahkan Nabi Muhammad

Dari tiga macam najis tersebut, masing-masing memiliki cara menyucikan tersendiri. Namun, najis pun memiliki 2 kriteria yg perlu diketahui, yakni najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah.

  1. Najis ‘ainiyah; merupakan najis yg memiliki warna, bau, dan rasa.
  2. Najis hukmiyah; merupakan najis yg tak lagi memiliki warna, bau, dan rasa.

Berikut, Oase.id menjelaskan 3 macam najis dan cara menyucikannya:

1. Najis Mughalladhah

Najis mughalladhah ialah najis yg berasal dari anjing, babi dan peranakan dari dua hewan tersebut. Hal yg berkaitan dgn dua hewan tersebut seperti kotoran, kulit, air liur, dan lain lain masuk dalam najis mughalladhah. Allah Ta’ala berfirman:

قُل لَّاۤ اَجِدُ فِىۡ مَاۤ اُوۡحِىَ اِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطۡعَمُهٗۤ اِلَّاۤ اَنۡ يَّكُوۡنَ مَيۡتَةً اَوۡ دَمًا مَّسۡفُوۡحًا اَوۡ Ù„ÙŽØ­Û¡Ù…ÙŽ خِنۡزِيۡرٍ فَاِنَّهٗ رِجۡسٌ اَوۡ فِسۡقًا اُهِلَّ لِغَيۡرِ اللّٰهِ بِهٖ‌‌Ûš فَمَنِ اضۡطُرَّ غَيۡرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ

“Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yg diwahyukan kepadaku, sesuatu yg diharamkan memakannya bagi yg mau memakannya, kecuali daging hewan yg mati (bangkai), darah yg mengalir, daging babi – sebab semua itu kotor – atau hewan yg disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa bukan sebab mengmaukan dan tak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayg.” (QS. Al-An’am : 145)

Cara menyucikan najis mughalladhah dapat dgn cara membasuhnya dgn air sebanyak tujuh kali basuhan dan di salah satu basuhannya dicampurkan dgn debu. Basuhan dgn debu dapat dilakukan dgn mencampurkan air dan debu secara merata, lalu basuh ke tempat yg terkena najis. Namun, sebelum dibilas dgn air pastinya telah hilang terlebih dahulu wujud najisnya, lalu bila telah dipastikan hilang barulah dibasuh dgn air.

2. Najis Mukhaffafah

Najis mukhaffafah ialah najis yg berasal dari air kencingnya bayi laki-laki yg belum makan dan minum selain ASI dan belum berumur 2 tahun. Jika tak masuk dari dua kriteria ini, maka najis tersebut bukan najis mukhaffafah tetapi masuk golongan najis mutawassithah, yg mau dibahas selanjutnya.

Najis ini dapat disucikan dgn cara memercikkan air ke tempat yg terkena najis. Caranya air yg dipercikkan harus lebih banyak, kuat dan air harus mengenai seluruh tempat yg berpotensi najis, setelah itu baru diperas dan dikeringkan.

BACA JUGA: Macam-macam Air dan Pembagiannya dalam Islam

3. Najis mutawassithah

Najis mutawassithah merupakan najis-najis selain najis mugholadhoh dan mukhaffafah. Maka dari itu najis ini mencakup banyak najis, antara lain:

  • Khamr/minuman yg memabukkan.
  • Darah dan nanah.
  • Muntahan.
  • Bangkai selain bangkai/mayat manusia, ikan dan belalang.
  • Kencing selain kencing yg telah disebutkan dalam najis mukhaffafah.
  • Madzi dan wadzi.
  • Tinja.
  • Air susu dari hewan yg tak halal dimakan dagingnya.

Najis ini dapat disucikan dgn cara menghilangkan terlebih dahulu najis ‘ainiyah-nya atau bentuk dari najisnya, ketika telah tak ada warna, bau, dan rasa najisnya. Barulah disiram dgn air yg suci dan menyucikan pada tempat yg terkena najis.

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangMuslim Wajib Tahu, Ini Macam-macam Najis dan Cara Menyucikannya! . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.