Karakter yang Wajib Dimiliki Pembelajar Ilmu Hikmah

ilmu hikmahBelajar ilmu hikmah bukanlah hal yang mudah, tidak pula susah. Hal itu bergantung pada masing-masing individu yang sedang mendalaminya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa ilmu hikmah merupakan ilmu tingkat tinggi karena pada dasarnya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kedekatannya kepada Allah akan mengantarkannya kepada makrifatullah (mengenal Allah).

Derajat seseorang yang telah mengenal Allah secara mendalam dia akan dikategorikan sebagai seorang waliyulloh. Sama halnya para nabi yang telah mengenal Tuhannya, mereka mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah.

Namun, untuk memperoleh tempat khusus tidaklah gampang diperolehnya. Sifat-sifat yang terpuji dan akhlakul karimah haruslah dijunjung tinggi. Maka dari itu, seorang pengamal ilmu hikmah atau orang yang telah belajar ilmu hikmah haruslah belajar menanamkan sifat-sifat mahmudah di dalam dirinya. Karena dengan memiliki sifat terpuji Allah akan senantiasa menjaga dan memberikan keistimewaan kepadanya.

Sebaliknya, Allah akan sangat murka kepada orang-orang yang berbuat keji dan mungkar. Maka dari itu, untuk mendapatkan hikmah-hikmah luar biasa atas ridho Allah, tentunya sebisa mungkin menghindari hal-hal maksiat, merugikan diri sendiri maupun orang lain, tidak membuat kerusakan di bumi, dan perbuatan buruk lainnya.

Setidaknya orang yang belajar ilmu hikmah harus mempunyai 9 karakter positif. Karakter-karakter tersebut akan menjaganya dari kemaksiatan. Berikut ini 9 karakter yang harus dimiliki seorang pengamal ilmu hikmah.

  1. Jujur

Sangat dianjurkan seorang pengamal ilmu hikmah memiliki sifat jujur. Jujur berarti tidak berbohong. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang dimiliki nabi meliputi 4 hal yaitu sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fatonah (cerdas).

Sangat merugi jikalau kebohongan melekat pada diri seseorang karena hal itu akan berdampak buruk pada dirinya sendiri maupun orang lain. Karena sering sekali orang berkata bohong, tidak akan lagi dipercaya. Inilah akibat dari kebohongan-kebohongan yang dilakukan.

Jujur merupakan salah satu ajaran agama. Hal itu sesuai dengan surat Al-Ahzab 70-71, yang artinya Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

  1. Menepati Janji

Orang yang ingkar janji merupakan musuh besar Allah. Hal ini sesuai dengan sabda nabi “Ada tiga golongan di hari kiamat nanti yang akan menjadi musuh-Ku. Barangsiapa yang menjadi musuh-Ku, maka Aku akan memusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji setia kepada-Ku, namun mengkhianatinya. Kedua, seorang yang menjual orang lalu memakan hasil penjualannya. Ketiga, seorang yang mempekerjakan seorang buruh, namun setelah pekerja tersebut menyelesaikan pekerjaannya, orang tersebut tidak memberinya upah.” (HR. Ibnu Majah).

Janji adalah hutang maka dari itu haruslah ditepati. Ingkar janji bukanlah sifat seorang kesatria. Tentu saja Anda sangat benci ketika teman Anda mengingkari janji yang sudah diucapkan pada waktu sebelumnya. Pantang ingkar janji merupakan salah satu karakter yang harus ada dalam diri seorang pengamal ilmu hikmah.

  1. Selalu Membantu Orang yang Meminta Pertolongan

Ya, berbuat baik kepada sesama tentu saja akan kembali padanya. Artinya, seseorang yang berbuat baik, memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan, dan mengurangi beban orang yang sedang terkena masalah, Allah akan memudahkan urusannya. Itulah janji-nya.

Sebagai makhluk sosial, saling membantu dan memberikan pertolongan bagi yang mampu merupakan ajaran Rasul. Itulah yang diperintahkan nabi kepada para umatnya agar manusia dapat hidup saling tenggang rasa sehingga kerukunan dapat terjalin.

Begitu juga seorang pengamal ilmu hikmah, tentu saja akan diminta bantuan oleh orang yang membutuhkan. Karena pada dasarnya, orang yang belajar ilmu hikmah dianggap sebagai orang yang memiliki kelebihan dengan hikmah-hikmah yang dimiliki. Orang yang belajar ilmu hikmah, secara otomatis akan mendapatkan perlindungan dari Allah jikalau segala perbuatan baik ia lakukan dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

Hal ini sama halnya seorang kyai atau ustadz yang biasanya diminta bantuan oleh masyarakat karena dia telah terpandang di lingkungan masyarakatnya. Mereka dianggap memiliki kedekatan kepada Allah sehingga sering sekali orang yang meminta doa dan pertolongan oleh masyarakat. Bukankah sebagai seseorang yang hidup di lingkungan masyarakat harus saling memberikan bantuan? Allah pun akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang benar-benar ikhlas dalam menolong sesama umat manusia.

  1. Sabar dan Ikhlas

Sabar dan ikhlas merupakan suatu hal yang mudah diucapkan, tetapi sangat sukar untuk dilaksanakan. Itulah yang dirasakan sebagian besar orang. Memang benar demikian. Akan tetapi, sabar dan ikhlas bisa diwujudkan bila benar-benar terus dilatih. Ketika seseorang sudah terlatih, kesabaran tentu saja bukan hal mustahil mampu mengendalikan amarahnya ketika sedang diuji kesabarannya. Allah pun menyukai orang yang selalu bersabar dalam menjalani kehidupannya meski berbagai rintangan menghadang.

Sesuai dengan janji-Nya pula Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada hamb-Nya yang membutuhkan. Hal ini terdapat dalam QS. Al-Baqoroh ayat 153 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesung-guhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.”

Begitu juga sifat ikhlas yang harus dimiliki seorang pengamal ilmu hikmah. Semuanya butuh dilatih agar tetap mampu menguasainya. Seseorang yang baik hatinya akan berusaha keras untuk mewujudkan sifat ikhlas agar selalu dicintai dan dilindungi Allah dari segala marabahaya.

Pengamal ilmu hikmah akan menjadi orang yang bijak lantaran memiliki sifat sabar dan ikhlas. Orang bijak tentu saja haruslah berpikir jernih. Kejernihan pikiran dilandasi dengan ketenangan hati yang bersumber dari sifat sabar serta ikhlas.

  1. Menghindari Dosa-Dosa Besar

Dosa besar sangatlah dibenci dan dilaknat Allah. Kebahagiaan tidak akan diperoleh ketika seseorang melakukan salah satu perbuatan dosa besar. Dosa besar di antaranya adalah mencuri, berzina, minum-minuman keras, berjudi, memakan harta anak yatim, dan sebagainya. Apalagi perbuatan syirik yang tidak akan mendapatkan pengampunan kecuali sebelum meninggal dia telah bertaubat. Orang yang belajar ilmu hikmah tidak akan memperoleh perlindungan ketika ia melakukan perbuatan maksiat yang satu ini.

Orang yang melakukan perbuatan dosa besar tidak akan dapat belajar ilmu hikmah karena hal itu akan bertolak belakang. Maka dari itu, hindarilah perbuatan maksiat sebisa mungkin agar terhindar pula dari dosa-dosa besar yang mungkin sengaja atau tidak Anda lakukan.

  1. Selalu Menjadikan Allah sebagai Tempat Meminta dan Berlindung

Di dalam surat Al-fatihah dijelaskan bahwa Allah adalah zat yang disembah dan merupakan tempat meminta segala pertolongan. Sifat inilah yang harus tetap dijaga dan dijadikan prinsip bagi pengamal ilmu hikmah. Maka dari itu, sudah semestinya Allah merupakan zat yang tepat untuk diminta pertolongan karena Dia adalah penguasa segala makhluk.

Menggantungkan permasalahan kepada manusia bukan hal yang tepat. Karena sesungguhnya manusia memiliki keterbatasan. Maka dari itu, memintalah hanya kepada Allah. Segala persoalan yang menjadi beban setiap insan, Allahlah yang menciptakannya, tentu saja Dia memiliki gudang solusi. Tetap selalu dengan kerendahan hati dan pasrah kepada-Nya, insya Allah permasalahan apa pun dapat diatasi.

  1. Banyak bersyukur

Orang yang bersyukur akan ditambah nikmat dan orang yang ingkar terhadap nikmat, maka Allah akan memberikan azab. Itulah salah satu ketentuan-Nya. Orang yang pandai bersyukur akan sangat beruntung karena hatinya terlatih untuk menerima segala hal yang diberikan kepadanya. Hal ini akan dapat menghindari diri dari kejahatan hati yang mencoba melekat di dalam dirinya. Orang yang selalu bersyukur akan mudah bahagia karena memiliki sikap qonaah (selalu menerima yang diperoleh) karena ikhlas menerima segala apa yang diberikan Allah kepada-Nya. Apakah pemberian itu sedikit atau banyak. Orang yang ahli syukur akan tetap merasakan kenikmatan yang diberikan kepadanya dalam keadaan apa pun.

  1. Tidak Dendam dan Mudah memaafkan

Dendam merupakan salah satu penyakit hati yang harus dibasmi. Orang yang menyimpan rasa dendam berarti hatinya masih belum bersih dan suci. Maka dari itu, jika rasa dendam masih menempel pada diri seseorang, akan susah belajar ilmu hikmah.

Salah satu syarat belajar ilmu hikmah adalah hatinya harus suci, jauh dari penyakit-penyakit hati yang ada dalam diri seseorang. Maka dari itu, mencoba untuk mengikhlaskan sekaligus memaafkan segala kesalahan orang lain adalah hal penting agar memiliki hati yang bersih. Memanglah tidak gampang untuk dapat melakukannya.

Namun, berusaha untuk melatihnya akan lebih baik daripada menyimpan dendam yang sangat tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri karena rasa sakit hati yang masih tersimpan. Dengan demikian, mengolah hati menjadi berkualitas dengan cara memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh seseorang adalah penting.

  1. Tidak Sombong

Sombong merupakan salah satu sifat iblis. Maka dari itu, Allah tidak berkenan menempatkan iblis di surga. Itulah mengapa sifat sombong harus dihindari bagi orang yang belajar ilmu hikmah. Jangan merasa telah memiliki ilmu hikmah kemudian angkuh. Justru orang yang sombong meskipun telah belajar ilmu hikmah atau mengamalkan amalan-amalan hikmah tertentu, dia tidak akan memperoleh keberkahan dan manfaat. Hikmah-hikmahnya pun akan sirna seiring dengan sifat sombong yang dibanggakan.

Pengamal ilmu hikmah seyogianya harus memiliki sikap tawadhu’ dan selalu merendah. Karena orang yang selalu bersikap demikian akan disegani dan dihormati oleh orang sekitar atau lingkungannya. Tawadhu’ adalah hal yang disukai Allah sehingga orang-orang sholeh selalu dekat kepada Allah karena ketawdahu’annya.

Orang –orang yang belajar ilmu hikmah harus memiliki sifat-sifat yang dapat dicontoh. Setidaknya kesembilan karakter di atas dapat dimiliki oleh orang-orang yang ingin belajar ilmu hikmah dengan sempurna sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai. Karena pada dasarnya, Allah akan memberikan hikmah-hikmah atau keberkahan hanya kepada hamba yang dikehendakinya saja. Maka dari itu, selalu berlatih menjaga hati dan melakukan perbuatan yang terpuji sangat diprioritaskan.

Para kekasih Allah tentu saja akan mendapatkan keistimewaan di sisi Allah jika ia benar-benar beribadah dengan sebaik-baiknya. Selalu beramal soleh, berbuat baik kepada sesama, taat menjalankan perintah, menghindari hal-hal yang menjerumuskan kepada kemaksiatan, dan selalu istiqomah dalam beribadah. Dengan demikian, Allah akan selalu memberikan perlindungan dan pertolongan kepada umat-Nya yang benar-benar beriman dan bertakwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *