Banser Bersihkan Sungai di Jombang Guna Cegah Bencana Banjir

– Salah satu penyebab banjir yakni sungai yg tak lagi dapat menampung debit air, sehingga meluap ke pekarangan warga, sebagaimana yg terjadi di kawasan Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Debit air di wilayah sungai yg berada di sebelah sungai Berantas atau yg lebih dikenal dgn Kali Otek di Desa Jombatan itu meluap ke jalanan dan berbagai rumah warga sekitar.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan turun cukup deras pada Rabu 15 Januari. Menyikapi hal tersebut, anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satkoryon Kesamben bersama warga setempat melakukan pencegahan banjir dgn memasang tanggul dari karung yg diisi dgn tanah liat buat menutup luapan air ke pemukiman warga setempat.  

Baca Juga:  Anwar Abbas: NU dan Muhammadiyah Harus Bersatu Perbaiki Nasib Rakyat

Tak hanya itu, Banser bersama warga juga membersihkan sampah-sampah di area sungai. Ada banyak sampah yg ditemukan di sana.

Koordinator Bagana, Ali Syafi’i mengatakan bahwa hal tersebut dapat mengakibatkan aliran air terhambat, sehingga mau mudah meluap.

“Di samping itu kita juga melakukan pembersihan sungai dgn melakukan penyisiran aliran air buat mengambil sampah atau enceng gondok yg ada di bawah jembatan Dusun Garu dan pintu air yg ada di Dusun Kedungboto Desa Podoroto,” ujar Ali Syafi’i, dikutip dari situs resmi NU, Kamis, 16 Januari 2020.

Bahkan, kata Ali, penyebab utama peristiwa luapan air sungai ini lantaran banyaknya sampah. Mulai sampah konsumsi seperti plastik dan sebagainya hingga sampah alam seperti dedaunan dan semacamnya.  

Baca Juga:  Soal Banser Dihina, Gus Yaqut: Penghina Itu Mungkin Umat Firaun

“Penyebab utama melubernya air kali ini ialah sampah atau enceng gondok yg berkumpul di bawah jembatan maupun yg menyumbat di pintu air, sehingga air tak dapat mengalir dgn lancar,” jelas pria yg pernah menjadi Kasatsus Bagana Cabang Jombang ini.

Ali mengatakan, anggota Bagana dan warga sekitar butuh beberapa jam buat memperlancar aliran air sungai sebagaimana mestinya.

 “Dan alhamdulillah hingga pukul 11.00 WIB debit air semakin menurun sehingga air tak meluber lagi ke jalan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya tak membuang sampah sembarangan, khususnya pada musim penghujan seperti sekarang ini.

“Terlebih membuang sampah ke dalam sungai. Karena dampaknya cukup serius. Di samping membahayakan keselamatan warga secara materiel, dari aspek kesehatan mereka juga mau terganggu,” pungkasnya.

Baca Juga:  Cek Fakta: Kabar Soal Anggota Banser Dikeroyok Emak-emak Penjual Nasi Uduk Hoaks!





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.