Sungguh Keji, Syafiq Basalamah Dzikir Bersuara Itu Nyanyi Rame-Rame

– Sungguh keji dan jahat perkataan “ulama” Wahabi bernama Syafiq Reza Basalamah yg mengatakan bahwa berdzikir dan baca shalawat setelah shalat Maghrib di Masjid dgn sebutan Nyanyi-Nyanyi Rame.

Berdzikir dan baca shalawat bersama-sama setelah shalat Maghrib telah menjadi kebiasaan di masjid-masjid Ahlu Sunnah Wal Jamaah tanah air, namun bagi Syafiq Bassallamah itu semua hanyalah Nyanyi-Nyanyi bikin rame yg mengganggu muslim lainnya yg pergi ke masjid buat menjauhkan dunia.

Mari kita saksikan video Syafiq Bassallamah yg menyebut dzikir dan baca shalawat dgn suara sebagai Nyanyi-Nyanyi Rame alias bikin Rame hingga mengganggu Muslim lainnya di Masjid.

 

Padahal berdzikir bersama-sama dgn suara keras merupakan sunnah dan dikerjakan oleh Nabi SAW dan para Sahabatnya yg mulia dan agung dan para ulamat telah menyepakatinya.

(Lihat an-Nawawi dalam al-Adzkar, h. 70). Al-Imam at-Tirmidzi meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ditanya: “Ayyuddu’a Asma’u?”. (Apakah doa yg paling mungkin dikabulkan?). Rasulullah menjawab : “Doa di tengah malam, dan seusai shalat fardlu”. (at-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini Hasan)

Dalil-dalil berikut ini menunjukkan kesunnahan mengeraskan suara dalam berdzikir secara berjama’ah setelah shalat secara khusus.

Baca Juga:  Cheng Ho; Misionaris Islam Pendidik Akulturasi di Indonesia

Di antaranya hadits dari sahabat ‘Abdullah ibn ‘Abbas, bahwa ia berkata : “Aku mengetahui selesainya shalat Rasulullah dgn takbir (yg dibaca dgn suara keras)”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits riwayat al-Imam Muslim disebutkan bahwa ‘Abdullah ibn ‘Abbas berkata : “Kami mengetahui selesainya shalat Rasulullah dgn takbir (yg dibaca dgn suara keras)” (HR. Muslim)

Kemudian ‘Abdullah ibn ‘Abbas berkata : “Mengeraskan suara dalam berdzikir ketika orang-orang telah selesai shalat fardlu telah terjadi pada zaman Rasulullah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat lain, juga diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan al-Imam Muslim, bahwa Ibn ‘Abbas berkata : “Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai shalat dgn mendengar suara berdzikir yg keras itu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Anehnya bagi Syafiq Bassallamah, bahwa Dzikir tersebut mengganggu! Padahal berkumpul dalam suatu majlis buat berdzikir membuat pelakunya diampuni dosa-dosanya dan keburukan diri mereka digantikan oleh kebabilan.

“Tidaklah duduk suatu kaum pada suatu majlis, di mana mereka berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla di tempat itu. Lalu (setelah selesai) mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh malaikat) kepada mereka: Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dgn berbagai kebaikan.”

Baca Juga:  Soal Pilpres 2024, PA 212: Habib Rizieq dan UAS Berpeluang Maju

(Hadith Riwayat Imam al-Thabrani dari Sahl bin al-Hanzhaliyah r.a./ Zakiyuddin al-Mundziri, al-Targhib wa al-Tarhib, (Beirut: Dar al-Fikr, 1408 H/1989 M) Editir: Musthafa Muhammad ‘Imarah, jilid II, hlm. 398.).

“Tidaklah duduk suatu kaum berzikir (menyebut) nama Allah ‘Azza wa Jalla melainkan dinaungilah mereka oleh para malaikat, dipenuhi mereka oleh rahmat Allah dan diberikan ketenangan kepada mereka, juga Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yg ada di sisi-Nya.” (Hadith Riwayat Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri r.a./ Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi, Sahih Muslim,

(Bandung: Dahlan t.th), Jilid 2, hlm. 474, Abu ‘Isa al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, (Beirut: Dar al-Fikr, Cet. II, 1403 H/1983 M), Editor Abd al-Wahhab Abd al-Lathif, Jilid 2, hlm. 128, dan Abu ‘Abdillah Ibn Majah al-Qazwini, Sunan Ibn Majah, )Beirut: Dar al-Fikr, Cet. II, tth), Jilid 2, hlm. 418. Dan lihat: Ahmad Dimyathi Badruzzaman, Amaliah Zikir Taubah M. Arifin Ilham Ditinjau Dari Syari’at islam, (Depok: Cipta Salam, Cet. 1, 1426 H/2002 M), hlm. 7.)

Baca Juga:  Anies Ucap Salam Ahlussunnah Wal Jamaah Saat Ketemu Gus Miftah

Tambahan bukti bahwa Dzikir zahir dgn suara keras dan juga secara berjamaah mempunyai dalil kuat.

Allah Ta’ala berfirman: Aku kuasa buat berbuat seperti harapan hambaku terhadapku, dan aku senantiasa menjaganya dan memberinya taufiq serta pertolongan kepadanya bila ia menyebut namaku. Jika ia menyebut namaku dgn lirih Aku mau memberinya pahala dan rahmat dgn sembunyi-sembunyi, dan bila ia menyebutku secara berjamaah atau dgn suara keras maka aku mau menyebutnya di kalangan malaikat yg mulia. (HR Bukhari-Muslim)

Allahu A’llam.





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.