Hari Santri Nasional, PNS ke Kantor Pakai Sarung

Hari Santri Nasional 2019 tak hanya diperingati di wilayah pondok pesantren saja. Lingkungan dinas pemerintahan pun rupanya tak mau ketinggalan memeriahkan Hari Santri.

Seperti yg dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihaknya mengimbau pada seluruh aparaturnya buat mengenakan pakaian ala santri pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Seperti dikutip dari situs Ayobandung, tepat pada peringatan Hari Santri besok, Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan pemerintah daerah provinsi Jabar dan pemerintahan kota dan kabupaten mau memakai dresscode ala santri.

Dresscode yg dimaksud yaitu berupa baju koko dan sarung serta peci – buat laki-laki. Sedangkan buat perempuan dianjurkan mengenakan pakaian muslimah. Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran tertanggal 17 Oktober 2019.

Baca Juga:  Rusia Nyatakan Tak Akan Berhenti Perangi Teroris di Suriah

Pegawai pemerintah mengenakan pakaian ala santri di Hari Santri Nasional, tak hanya dilakukan di lingkungan Pemprov Jawa Barat. Pada tahun-tahun sebelumnya, ASN di sejumlah wilayah juga diimbau melakukan hal serupa. Sebut saja di Jepara, Pamekasan, Sumenep, dan Batang Jawa Tengah.

Tujuannya, selain memeringati hari santri juga dalam rangka melestarikan budaya santri. Misalnya seperti yg diinstruksikan oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. “Sarung kan tradisi santri. Biar tak hilang, kami ikut melestarikan itu,” ujarnya, dikutip dari Jawapos Radar Madura, Senin, 21 Oktober 2019.

Bahkan, bukan hanya ASN di Bangkalan yg diimbau mengenakan pakaian ala santri, para siswa laki-laki pun diinstruksikan memakai sarung, sedangkan siswi perempuan memakai busana muslimah bernuansa putih.

Baca Juga:  Jemaah Masjid Kabur Saat Lihat Satu Orang Tiba-tiba Terkapar

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Sumenep K. Panji Taufiq menjelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung imbauan ASN berpakaian santri. Dengan ini, diharapkan akhlak santri senantiasa tertanam pada jiwa ASN, sehingga dapat diaplikasikan setiap harinya, di luar hari santri itu sendiri.

Menurut Panji, yg terpenting ialah perilaku atau akhlak bukan sekadar simbol belaka. Sebab, kejernihan hati lebih penting dari pada kebersihan lahir yg belum tentu bagus secara akhlak.

“Semoga surat edaran pemerintah tak sia-sia. Pakaian ala santri tak hanya dijadikan simbol belaka,” katanya, seperti dikutip dari Kabar Madura.





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.