Maulid Nabi Dibilang Bid’ah, Gus Miftah Kasih Jawaban Mak Jleb!

Peringatan hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW tak lama lagi. Dalam penanggalan Hijriyah, Maulid Nabi diperingati tiap 12 Rabiul Awal yg pada tahun ini bertepatan dgn 9 November 2019.

Umat Muslim di Indonesia mengadakan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dgn berbagai kegiatan bernuansa keagamaan. Umumnya kegiatan tersebut berupa pengajian dan membaca sholawat bersama. Hal tersebut merupakan bentuk kecintaan sekaligus ungkapan syukur atas diutusnya Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat.

Akan tetapi, perayaan Maulid Nabi masih diperdebatkan oleh sebagian kalangan. Kelompok yg menolak perayaan Maulid Nabi tersebut memandang bahwa kegiatan ini tak berdasar hukum alias bid’ah.

Secara bahasa, bid’ah memiliki arti pembaruan, inovasi, atau doktrin sesat, yaitu perbuatan yg dikerjakan tak menurut contoh yg telah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan. Sehingga klaim bid’ah dari kelompok yg menolak perayaan Maulid Nabi itu kerap dilontarkan pada kelompok yg merayakan.

Baca Juga:  Aktivis Salafi Wahabi Kuasai Masjid Pemerintahan

Perdebatan itu kerap mempertanyakan dalil atau narasi yg menjadi dasar hukum dari pelaksanaan Maulid Nabi, baik dalam bentuk hadits maupun ayat Al Quran.

Menanggapi perdebatan tak berujung terkait perayaan Maulid Nabi, Gus Miftah mengunggah sebuah video pendek di Instagram yg berisi ungkapannya tentang perayaan Maulid Nabi.

Gus Miftah mengatakan, ia sering ditanya tentang apa dalil perayaan Maulid Nabi. “Saya sering ditanya apa dalil perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, bahkan ada sebagian orang yg mengatakan bid’ah, sesat, dan sebagainya,” ujar Gus Miftah dalam video yg diunggah pada 31 Oktober 2019.

“Mohon maaf, saya jawab begini. Ketika ada orang yg bertanya kepadamu tolong carikan dalil sohih tentang Maulid Nabi SAW, maka saya dgn tegas menjawab saya tak butuh dalil buat mencintai Rasulullah Muhammad SAW, sebagaimana Rasulullah tak perlu syarat buat mencintai umatnya,” tegas Gus Miftah.

Baca Juga:  Unik, Sambut Maulid Nabi Muhammad di Banten ada “Festival Panjang Mulud” Begini Tradisinya

Gus Miftah memaparkan gagasan sederhana bahwa buat mencintai Nabi Muhammad tak diperlukan dalil, dan perayaan Maulid merupakan cara buat menunjukkan rasa cinta pada Rasulullah SAW. “Jika buat mencintai Rasulullah SAW saja, kita harus mencari dalil, masih pantaskah kita buat mendapatkan syafaatnya,” tambahnya.

“Maka saya mencintai Rasulullah, dan Maulid Nabi ialah bentuk rasa cinta saya pada Rasulullah SAW. Anda tak setuju itu urusanmu, tapi jangan ganggu caraku mencintai Nabi,” pungkasnya.





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.