Membahas tentangCerita Unik Pemilik Restoran di Jepang ketika Berhaji 

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangCerita Unik Pemilik Restoran di Jepang ketika Berhaji ,

Oase.id- Kesempatan menunaikan ibadah haji pada dasarnya ialah sebuah perjalanan batin. Sepulang dari Tanah Suci, setiap Muslim dan Muslimah berharap ibadahnya mabrur. Salah satu tandanya ialah dapat menjadi pribadi baru yg lebih baik. 

Inilah yg dirasakan Hamid. Sekembalinya usai melaksanakan ibadah haji pada 2014, pria yg dilahirkan di dgn nama Kuroda Yoshiiki ini mengaku kian dapat mendisiplinkan dirinya untuk salat tahajud secara rutin.

“Waktu pergi haji dulu, pengetahuan saya baru salat wajib. Setelah dari sana saya tahu tentang salat tahajud. Saya menyesal dulu enggak salat tahajud di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” ungkap Hamid dalam bahasa Jepang.

Ditemui di restoran halal miliknya di Minatoku, Nagoya, Jepang, Hamid mengaku, karunia berangkat haji ia dapatkan belum lama setelah memeluk agama Islam. Rombongannya yg terdiri 50 orang dari Jepang dan Korea, juga sama-sama mualaf sehingga pengetahuan mereka mengenai ibadah juga masih terbatas pada hal-hal yg wajib.

embed

Hamid Halal Food Restaurant milik Hamid di Jepang/Foto: Luhur Hertanto

“Pemimpin rombongan kami ialah imam Masjid Nagoya, beliau warga Pakistan. English kami waktu itu sama-sama belum bagus, jadinya serba susah,” sambung pemilik Hamid Halal Food Restaurant, Nagoya, sambil terkekeh.

Meski menyesal tak sempat menunaikan salat tahajud di Mekkah dan Madinah, ada hal yg Hamid sangat syukuri. Ia menceritakan, tak diduga doa supaya diberi kesempatan menyentuh hajar aswad yg dipanjatkannya sebelum mulai tawaf, terkabul pada saat itu juga. 

“Setelah menerobos jemaah lain yg badannya besar-besar, tiba-tiba orang-orang di depan saya seperti anak tangga dan langsung ke hajar aswad. Dua kali saya menyentuh hajar aswad. Malaikat menolong saya,” kenangnya kepada jurnalis senior Medcom.id Luhur Hertanto belum lama ini. 

Restoran halal milik Hamid dan istri dibuka sejak awal 2019. Menu yg disabilan tetap makanan Jepang tapi menggunakan bahan dan cara pengolahan yg telah dijamin halal. Sertifikat halal juga telah diperolehnya.

“Pelanggan enggak cuma Muslimin dari Malaysia, Indonesia dan lainnya yg di Nagoya, tapi juga tetangga (warga Jepang non-muslim -red) sekitar sini. Alhamdulillah,” ujar Hamid.

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangCerita Unik Pemilik Restoran di Jepang ketika Berhaji  . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.