Membahas tentangIsolasi, Cara Nabi Memerangi Wabah dan Epidemi

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangIsolasi, Cara Nabi Memerangi Wabah dan Epidemi,

Oase.id- Mengawali tahun 2020, publik dihebohkan kemunculan virus korona di Wuhan, China. Virus ini menyebar ke sejumlah wilayah Tiongkok hingga ke beberapa negara tetangga. Demi mengantisipasi penyebaran yg lebih luas, pemerintah setempat mengisolasi kota-kota yg terdampak virus.

Penyebaran wabah penyakit sesungguhnya bukan hanya terjadi di era modern, melainkan telah ada sejak berabad-abad silam. Bahkan, Rasulullah Muhammad Saw juga pernah berpesan tentang bagaimana sebaiknya menyikapi epidemi yg muncul di wilayah tertentu.

Usamah bin Zaid berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wabah ialah kotoran (siksa) yg Allah kirimkan kepada golongan dari Bani Israil atau kepada umat sebelum kalian. Maka, bila kalian mendengar ada wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Dan apabila kalian berada di wilayah yg terkena wabah, janganlah kalian keluar dan lari darinya. (HR Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadis di atas, Nabi Muhammad Saw telah menganjurkan kepada umatnya, apabila mengetahui ada wabah penyakit di suatu wilayah, janganlah memasuki kawasan tersebut. Dan apabila berada di area yg terkena wabah, janganlah keluar dari area tersebut.

Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim meriwayatkan melalui jalur Az-Zuhri bahwa sekali waktu Umar bin Khattab dalam perjalanan ke Syam (sekarang Suriah). Setibanya di wilayah Saragh, yakni perbatasan antara Hijaz dan Syam, ia ditemui komandan perang bernama Abu Ubaidah bin Al-Jarrah beserta rombongan.

Mereka menginformasikan kepada Umar bahwa kota yg ditujunya telah menjadi pusat wabah penyakit menular. Soal bagaimana cara apik menyikapinya, para sahabat Nabi itu akhirnya berdiskusi guna menyelaraskan beragam pendapat yg ada.

Namun, tak lama, ketika musyawarah masih berlangsung, datanglah Abdurrahman bin Auf menyampaikan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda;

“Jika suatu daerah terserang wabah penyakit sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah keluar melarikan diri (mengungsi) darinya. Jika kalian mendengar di suatu daerah sedang terserang wabah penyakit maka janganlah kalian datang mendekatinya.

Mendengar penjelasan itu, Umar pun mengambil keputusan untuk urung mengunjungi Syam.

 

Alhasil, isolasi wilayah yg terdampak wabah penyakit memang dibolehkan. Penutupan akses dari maupun ke kota Wuhan merupakan langkah yg tepat, guna mengantisipasi penyebaran virus korona ke berbagai daerah lainnya.

Meskipun dalam sejarahnya wabah penyakit pernah didefinisikan sebagai azab, mau tetapi bagi umat Muslim, wabah dapat merupakan salah satu bentuk rahmat. 

Aisyah Ra pernah bertanya kepada Rasulullah Saw terkait epidemi, hingga Rasulullah pun bersabda;

“Wabah penyakit ialah sejenis siksa yg Allah kirim kepada siapa yg Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum Muslimin. Tidak ada seorangpun yg terserang wabah, lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dgn sabar dan mengharapkan pahala, juga mengetahui bahwa dia tak terkena musibah melainkan sebab Allah telah mentakdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yg mati syahid.” 

 

Sumber: Disarikan dari beberapa hadis di Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, serta kisah dari Qashash Al-Anbiya karya Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i atau masyhur disebut Imam Ibnu Katsir. 

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangIsolasi, Cara Nabi Memerangi Wabah dan Epidemi . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.