Membahas tentangJangan Panik! Nabi Meminta Abu Bakar Berpikir Positif

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangJangan Panik! Nabi Meminta Abu Bakar Berpikir Positif,

Oase.id- Sejak kecil, perjalanan hidup Rasulullah Muhammad Saw dipenuhi dgn berbagai ujian dan musibah. Namun, Nabi senantiasa menghadapinya dgn hati lapang dan pikiran terbuka.

Pernah suatu ketika rumah Rasulullah Saw dikepung para kafir Quraisy, mereka hendak membunuh utusan Allah itu. Akan tetapi atas pertolongan Allah, putra Abdullah ini berhasil kabur dan menghampiri kediaman sahabatnya, Abu Bakar.

Rasulullah Saw dan ayahanda Aisyah itu kemudian pergi hijrah ke Madinah. Mereka segera keluar dari Mekah sebelum fajar menyingsing. Keduanya, tak melewati jalan utama demi menghindari kaum musyrikin.

 Nabi Saw dan Abu Bakar memilih jalur selatan Mekah, menuju ke arah Yaman.

Jalan memutar tentu membutuhkan energi lebih. Tatkala Rasulullah Saw dan Abu Bakr telah merasakan kepayahan, mereka berdua memutuskan beristirahat di Gua Tsur. 

“Demi Allah, janganlah engkau masuk sebelum aku masuk, sehingga apabila ada sesuatu di dalamnya aku lah yg kena, bukan engkau,” ucap Abu Bakar. 

Abu Bakar segera mengecek kondisi gua, ia melihat ada beberapa lubang yg kemungkinan merupakan sarang hewan berdapat. Ia lalu merobek kain untuk menutup lubang tersebut. Namun sayg, kain itu tak cukup, masih ada dua rongga lagi yg tersisa.

Akhirnya, putra Abu Quhafah itu menggunakan kakinya untuk menutupi lubang tersebut.

Usai memastikan keadaaan aman, Abu Bakar mempersilakan Rasulullah Saw memasuki. Lelaki bergelar Al-Amin ini kemudian beristirahat menggunakan bantal dari sebongkah batu. 

Tak disangka-sangka, kaki Abu Bakar yg digunakan untuk menutupi lubang itu rupanya disengat sesuatu. Rasa sakit langsung menyebar ke seluruh tubuhnya, namun ia tak berani bergerak lantaran takut membangunkan Rasulullah Saw. 

Karena menahan sakit, air mata Abu Bakar seketika jatuh dan menetes di wajah Nabi Saw.

Nabi Saw pun bertanya “Wahai Abu Bakar, apa yg terjadi?”

“Demi ayah bundaku, aku disengat sesuatu yg berdapat,” jawab Abu Bakar. 

Rasulullah Saw kemudian meludahi luka ayahanda Asma ini, rasa nyeri akibat dapat itu seketika menghilang.

Situasi semakin genting, para kafir Quraisy dgn gencar memburu Rasulullah Saw. Tak hanya itu, mereka juga membuat sayembara, siapa saja yg dapat menemukan Muhammad dan sahabatnya dalam keadaan hidup atau mati, mau diberi imbalan berupa 100 ekor unta. Maka masyarakat Mekah ramai-ramai menjadi pemburu hadiah.

Abu Bakr sungguh kalut dan takut, ia cemas dan gelisah, dalam pikirannya terbayg-bayg, bagaimana bila mereka berhasil menemukannya dan Nabi Saw?

Dalam riwayat Bukhari disebutkan, saat itu Abu Bakar mendongakkan kepalanya, dilihatnya kaki-kaki orang Quraisy telah berada di dekat gua Tsur yg ditempatinya. 

“Wahai Nabi, kalau ada satu saja dari mereka yg menunduk, ia pasti melihat kita,” ucap laki-laki yg dijuluki Ash-Shiddiq itu.

“Wahai Abu Bakar, bagaimana pendapatmu tentang dua orang, sedangkan yg ketiga ialah Allah?” jawab lelaki yg dijuluki Abul Qasim ini seraya menenangkan sahabatnya.

Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Abu Bakar menjawab “Jika aku terbunuh aku hanyalah seorang lelaki biasa, sementara bila Anda terbunuh, maka binasalah umat ini.”

Sebetulnya, khalifah pertama ini tak mengkhawatirkan keadaan dirinya, melainkan cemas atas nasib Rasulullah Saw. 

Baca: Sha'sha'ah, Sang Penyelamat Bayi Masa Jahiliyah

 

Meskipun berada dalam kondisi darurat, Nabi Saw tetap tenang. Beliau justru menenangkan sahabatnya itu dan meyakinkan bahwa Allah senantiasa bersama mereka.

Benar saja, pikiran positif Rasulullah membuahkan hasil, kaum kafir Quraisy gagal menemukan keduanya. Mereka justru bergerak berbalik pulang, padahal jarak mereka telah amat dekat dgn dua buronan tersebut.

Rasa cemas berlebihan dapat menyebabkan otak tak dapat berpikir jernih. Allah Swt justru menjanbilan ketenangan bagi siapa saja yg berpikiran positif dan tak cemas menghadapi situasi genting. 

 

Kisah ayahanda Fatimah dan Abu Bakar ini terangkum dalam QS. At-Taubah: 40;

“Jikalau kamu tak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia ialah salah seorang dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dgn tentara yg kamu tak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yg rendah. Dan kalimat Allah itulah yg tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Sumber: Disarikan dari kisah dalam Ar-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dan Shahih Bukhari.

(FER)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangJangan Panik! Nabi Meminta Abu Bakar Berpikir Positif . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.