Membahas tentangKesaksian KH Saifuddin Zuhri dalam Pembentukan PWI 1946: Wartawan Itu Semut

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangKesaksian KH Saifuddin Zuhri dalam Pembentukan PWI 1946: Wartawan Itu Semut,

Oase.id- Sejarah pembentukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946 menjadi rujukan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yg dirayakan setiap 9 Februari. Peristiwa yg juga menjadi penguat bersatunya seluruh elemen bangsa dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia itu pun diselimuti berbagai potret emosional.

KH Saifuddin Zuhri, dalam Berangkat dari Pesantren (2013) menceritakan, kongres yg melibatkan banyak tokoh dan penggiat media itu sempat berlangsung menegangkan.

“Peristiwa itu berjalan dgn amat meriah, seru, dan berkobar-kobar penuh pertentangan,” tulis Saifuddin.

Kala itu, Saifuddin memang sedang berjeda menjadi wartawan. Hanya saja, kehadirannya tersebut lebih didorong ketertarikan terhadap hal-hal yg bersifat revolusioner yg dilontarkan para sahabat lawasnya.

 

Perjuangan jurnalis

Ide pelaksanaan Kongres Wartawan di Solo itu muncul ketika kalangan wartawan mencium kabar bahwa Perdana Menteri (PM) Syahrir hendak berunding dgn Pemerintah Kolonial Belanda yg diwakili Hubertus Johannes van Mook. 

“Hidung kaum wartawan yg biasanya tajam itu juga mencium move politik van Mook bahwa Indonesia bakal dijadikan sebuah negara dalam Commonwealth, dalam lingkungan kerajaan Belanda,” tulis dia.

Risikonya, tulis Saifuddin, Republik Indonesia yg berbentuk kesatuan mau berganti menjadi bentuk federal. Adapun urusan luar negeri dan pertahanan mau menjadi kewenangan Belanda.

Kalangan wartawan menganggap hal ini sebagai perkara genting. Kabar yg berhasil diendus beberapa hari sebelum perundingan Syahrir van Mook itu pun secara cepat beredar ke masyarakat.

“Wartawan tak ubahnya kawanan semut, di mana seekor semut yg menemukan sejumput gula pasir cukup untuk memobilisasi semua semut dalam satu sarang,” tulis Saifuddin.

 

Kala itu, menurut kesaksian sosok yg kemudian menjabat Menteri Agama RI di 5 kabinet era Presiden Sukarno tersebut, kaum wartawan juga banyak yg menjadi aktivis partai politik.

Ada yg menjadi anggota Partai Sosialis Indonesia (PSI) yg mendukung Amir Syarifuddin-Syahrir dgn kecenderungannya condong pada gaya dipolomasi kooperatif, ada pula yg melakukan politik oposisi bersama golongan Tan Malaka.

“Oleh sebab kaum wartawan sendiri terdiri dari dua kubu yg saling bertentangan, taklah mengherankan bila masyarakat terpecah menjadi golongan pro dan kontra Syahrir-Amir,” tulis dia.

 

Siapa Saifuddin?

Saifuddin Zuhri merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yg sangat berpengaruh di masanya. Di bidang kewartawanan, ia pernah menjadi koresponden Kantor Berita Antara, Pemimpin Redaksi Duta Masyarakat, dan beberapa majalah lainnya.

Masih dalam buku yg sama, Saifuddin juga merekam pengangkatannya untuk duduk di kabinet Sukarno lantaran sepak terjangnya di dunia pewarta.

“Penunjukan Saudara telah saya pikir masak-masak. Telah cukup lama saya pertimbangkan. Sudah lama saya ikuti sepak terjang Saudara sebagai wartawan, politisi, dan pejuang. Saya dekatkan Saudara menjadi anggota DPA. Saya bertambah simpati. Baru-baru ini Saudara saya ajak keliling dunia, dari Jakarta ke Beograd, Washington, lalu Tokyo. Saya semakin mantap memilih Saudara sebagai Menteri Agama,” ujar Bung Karno, dikutip Saifuddin.

Saifuddin Zuhri lahir di Banyumas, 1 Oktober 1919 dan wafat pada 25 Maret 1986 di usia 66 tahun. Berangkat dari Pesantren ialah satu dari sekian banyak karyanya yg baru rampung ditulis jelang akhir hayat. 

Saifuddin Zuhri, kelak memiliki salah satu putra yg juga menjabat sebagai Menteri Agama RI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo periode pertama, yakni Lukman Hakim Saifuddin.

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangKesaksian KH Saifuddin Zuhri dalam Pembentukan PWI 1946: Wartawan Itu Semut . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.