Membahas tentangWHO Ganti Sebutan Social Distancing dgn Phsycal Distancing, Ini Bedanya

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangWHO Ganti Sebutan Social Distancing dgn Phsycal Distancing, Ini Bedanya,

Oase.id- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mendorong penggunaan frasa physical distancing yg berarti “menjaga jarak fisik” ketimbang sebutan social distancing alias menjaga jarak sosial.

Menurut WHO, gagasan pengubahan itu ialah untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus korona (Covid-19) saat ini bukan tentang memutuskan kontak dgn teman dan keluarga, tetapi menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tak menyebar.

 

Interaksi tetap dibutuhkan

WHO juga menjelaskan, langkah menjaga jarak fisik dan mengarantina diri bila sakit memang baik untuk menahan penyebaran Covid-19, mau tetapi hal itu bukan berarti membuat orang-orang menjadi terisolasi secara sosial.

Baca: Bekerja atau Sekolah dari Rumah? Ikuti 3 Langkah Ini supaya Tetap Produktif

 

Masyarakat tetap perlu melakukan interaksi, terutama dgn memanfaatkan teknologi informasi, dan menggunakan media sosial. 

“Kami berubah untuk menerapkan jarak fisik dan itu sengaja sebab kami mau orang-orang masih tetap terhubung,” ucap Kepala Unit Penyakit Emergensi WHO Dr Maria Van Kerkhove melalui konferensi virtual sebagaimana dikutip dari Rappler

“Anda mungkin pernah mendengar kami menggunakan frasa jarak fisik (physical distancing), bukan jarak sosial (social distancing) dan salah satu hal untuk menyoroti apa yg dikatakan Mike tentang menjaga jarak fisik dari orang-orang sehingga kami dapat mencegah virus dari transfer ke satu lain; itu sangat penting.” ucap Van Kerkhove.

 

Disiplin dan kerja sama

Baik menggunakan istilah social distancing maupun physical distancing, proses pemutusan mata rantai penyebaran virus ini hanya dapat terwujud bila masyarakat secara rela dan bekerja sama untuk kompak dan disiplin menjalankannya. 

Direktur Manajemen Penanganan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri Safrizal mengatakan, aneka imbauan seperti work from home, school from home, atau stay at home mesti berjalan efektf.

“Kalau tak, maka perlu tindakan yg lebih keras lagi dalam rangka mendisiplinkan masyarakat,” kata Safrizal, sebagaimana dilansir dari Medcom.id pada Rabu, 25 Maret 2020.

Menurut dia, Pemerintah mau kewalahan bila penularan wabah ini makin tak terkendali. Tenaga medis yg dimiliki Indonesia tak mau sanggup membantu. 

Baca: Yuk! Patuhi Imbauan Social Distancing, Ini Manfaatnya Secara Psikologis

 

“Rumah sakit telah mulai penuh, kalau ditambah terus pasiennya nanti tak tertangani,” ujar Syafrizal.
 
Syafrizal pun tak mau pemerintah menggunakan kebijakan yg lebih keras seperti pembatasan ruang gerak (lockdown) atau pembatasan di wilayah (partial lockdown). Karena itu, dia minta warga Indonesia disiplin jaga jarak.
 
“Perlu kerja sama semua pihak, baik masyarakat maupun dunia usaha, pemerintah dan segala macamnya,” tutur Syafrizal.

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangWHO Ganti Sebutan Social Distancing dgn Phsycal Distancing, Ini Bedanya . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.