Militer Prancis Hengkang dari Wilayah Irak

– Pasukan Prancis anggota koalisi militer pimpinan AS telah keluar dari Irak. Hal itu diungkapkan seorang petinggi militer Irak, Abdel-Karim Khalaf.

“Mereka pergi berdasarkan perjanjian yg dilakukan dgn pemerintah Irak,” ujar juru bicara militer Irak, Abdel-Karim Khalaf, dikutip dari Liputan Islam, Kamis, 26 Maret 2020.

Kepada kantor berita Irak, INA, Abdel-Karim mengatakan bahwa koalisi pimpinan-AS juga telah meninggalkan pangkalan udara di daerah al-Qaim, Irak, di dekat perbatasan negara ini dgn Suriah.

Menurut INA, tentara Irak mengambil alih pangkalan itu setelah penarikan pasukan koalisi.

Sementara itu, Kemhan Prancis menyatakan mau menarik pasukannya dari Irak sampai pemberitahuan selanjutnya sebab merebaknya wabah corona.

Baca Juga:  Kebohongan Media Saudi Dibongkar Mahasiswa Irak

Diketahui, jumlah pasukan Prancis di Irak menurut Staf Angkatan Bersenjata Prancis yakni sebanyak 200 personil, 160 di antaranya bertugas melatih Angkatan Bersenjata Irak.

Penarikan pasukan Prancis diumumkan oleh pejabat Irak tersebut beberapa jam setelah Kementerian Perahanan Ceko mengumumkan penarikan pasukannya dari Irak akibat ancaman keamanan dan merebaknya wabah Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Irak mengumumkan adanya 346 kasus infeksi Covid-19, 29 di antaranya meninggal dunia.

Sejumlah pangkalan militer yg menampung pasukan koalisi di Irak dalam beberapa pekan terakhir, mendapat serangan roket dari para pejuang Irak, meski tak ada kelompok yg mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Selain itu, parlemen Irak pada Januari lalu menyetujui resolusi yg mewajibkan pemerintah buat mengakhiri kehadiran pasukan asing.

Baca Juga:  Cegah Corona, Menag: Takbir Keliling Ramadhan Ditiadakan





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.