Radikalisme Menghawatirkan, IPNU Tegaskan Indonesia Butuh Islam Ramah Bukan Marah

– Paham radikalisme telah masuk ke sendi-sendi kementerian Indonesia, seperti di Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan pengalamannya soal adanya laporan bahwa di kementeriannya ada radikalisme.

Pengalaman ini diceritakan ketika memberikan sambutan dalam diskusi yg diadakan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan dgn tema: Merawat Semangat Hidup Berbangsa.

Menurut Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Aswandi Jailani, penguatan ideologi buat meminimalisir penyebaran radikalisme menjadi fokus utama bagi IPNU. Dia mengaku pihaknya telah mendata sekolah yg pelajarnya terpapar paham radikalisme.

“Penguatan ideologi menjadi poin utama program IPNU. Kami telah mendata sekolah-sekolah yg terpapar radikalisme,” ujar Aswandi. Dikutip dari media Merdeka, Selasa (24/12).

Dia menjelaskan, para trainer yg mau terjun ke sekolah-sekolah yg dimaksud terlebih dahulu diberikan pembekalan dari ulama hingga pihak terkait seperti polisi.

“Programnya bernama Back to School. Kami mau mencoba membina dgn mendatangkan figur-figur IPNU yg bekerja sama dgn pihak terkait meredam paham tersebut,” tambah dia.

Aswandi mengatakan pihaknya dan pihak terkait juga mau memberikan pendampingan supaya paham tersebut makin meluas di lingkup sekolah itu. Dia menuturkan, Indonesia membutuhkan Islam yg ramah bukan yg marah.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar di Jawa Barat Deklarasi Tolak Radikalisme dan Hoaks Sebab Ancaman Bagi Bangsa





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.