Tangkal Paham Radikal di Nusantara, Ayo Kader NU Bikin Road Show ke Daerah

– Penyebaran paham radikal tak terlepas dari platform media sosial. Bahkan, berbagai konten yg mengusung pesan ‘garis keras’ tersebut banyak menggunakan saluran internet secara masif. Maka tak heran bila kemudian marak bermunculan mubalig, dai, atau ustadz dadakan di medsos.

Jika diibaratkan, kalau pada zaman dulu buat membaca berita harus dari wartawan, sekarang berita apa pun dapat seliweran di medsos dan dibuat oleh siapa saja. Termasuk ceramah agama dari figur yg diragukan keilmuannya. Bahkan mantan artis pun dapat mengklaim dirinya seorang pandai agama, tanpa menyebutkan di mana dan pada siapa ia berguru.

Maka itu, buat menangkal paham radikal tersebut, Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Dr. Ali M. Abdillah, MA, mengatakan perlunya dilakukan road show ke daerah-daerah buat memberikan pencerahan kepada generasi muda, baik mahasiswa dan masyarakat umum.

Baca Juga:  Kiyai Maruf Amin : NU Punya Solusi Untuk Konflik Papua

Dalam siaran pers dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kiai Ali menyebutkan, masyarakat harus diberikan ‘senjata’ buat meng-counter pesan radikalisme di medsos, baik yg berupa tulisan, meme, video pendek.

Langkah tersebut sebagaimana dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dgn Damar Institute, yg melakukan workshop dan pelatihan Matan Cinta Damai di Ponpes Al Rabbani, Cikeas, 29-31 Maret 2019 lalu.

“Ini sangat bagus sekali, efeknya sangat bagus sekali. Setelah pikiran mereka kita isi dgn basic spiritual, lalu kemampuan teknik buat mengcounter di medsos juga dilatih dgn teknik-teknik teknologi terbaru,” kata Kiai yg juga menjabat Sekretaris Awwal Imdla’iyyah di Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) NU ini.

Baca Juga:  Motif Pelaku Penusukan Wiranto Terkait ISIS, Anggap Pemerintah Thaghut

“Ibarat mereka telah kita persenjatai sebagai seorang pejuang di garda terdepan sebab bagaimana pun peran generasi muda ini yg harus kita dukung, kita arahkan, supaya mereka dapat menjadi kader-kader yg istiqomah dalam menjaga NKRI ini,” pungkasnya.

Selain menyebut soal road show ke daerah-daerah buat mengedukasi masyarakat tentang cara menangkal paham radikal, Kiai Ali juga berpesan supaya kita terus berwaspada terhadap ideologi ISIS. Karena meski kekhalifahannya telah hancur, mantan anggotanya dapat jadi kembali ke negara asal dgn masih membawa paham ISIS. (ar/ob)





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.