Membahas tentang Khutbah Jum’at: Teguhkan Keyakinan Bahwa Allah Pencipta Segala Sesuatu

Naskah khutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak buat mengingat kembali bahwa segala hal di dunia ini ialah ciptaan Allah swt. Dengan ini diharapkan, dalam diri kita dapat memasrahkan diri atas segala hal yg terjadi kepada-Nya sehingga beban musibah terasa ringan, sedangkan kebahagiaan juga dikembalikan kepada-Nya.

 

Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat! (Redaksi)
 

Khutbah I:

الحَمْدُ للهِ مُكَوِّنِ الْأَكْوَانِ، الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَّأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، الْمُنَزَّهِ عَنِ الشَّكْلِ وَالْأَعْضَاءِ وَالْأَرْكَانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِصِدْقٍ وَإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أنْ لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَزَّهُ عَنِ الْأَيْنِ وَالزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ الَّذِي كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ،

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: اَمْ جَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَاۤءَ خَلَقُوْا كَخَلْقِهٖ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْۗ قُلِ اللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (الرعد: 16)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yg penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua terutama kepada diri khatib pribadi buat senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dgn melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh yg diharamkan.

Hadirin jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

Khutbah pada siang hari ini mengambil tema “Teguhkan Keyakinan Bahwa Allah Pencipta Segala Sesuatu”.

Hadirin rahimakumullah,

Dalam ayat yg khatib baca di atas, Allah swt. memerintahkan kepada Nabi-Nya buat mengingkari kaum musyrikin yg menyembah berhala-berhala dan menjelaskan kepada mereka bahwa Allah ialah pencipta segala sesuatu, bahwa Allah Maha Esa, tak ada sekutu dan serupa bagi-Nya, dan tak ada yg menciptakan sesuatu apapun kecuali hanya Dia. Oleh sebabnya Dialah satu-satunya yg berhak disembah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Salah satu prinsip akidah Islam ialah meyakini bahwa Allah subhanahu wata’ala ialah pencipta segala sesuatu. Dia-lah yg mewujudkan kita dari tiada menjadi ada. Dia juga-lah yg menciptakan seluruh perbuatan kita dan menampakkannya dari tiada menjadi ada. Diriwayatkan dari penghulu para sufi di masanya, Imam al Junaid al Baghdadi bahwa suatu ketika ia ditanya tentang tauhid, maka ia menjawab:

إِنَّهُ لَا مُكَوِّنَ لِشَيْءٍ مِنَ الْأَشْيَاءِ مِنَ الْأَعْيَانِ وَالْأَعْمَالِ خَالِقٌ لَهَا إِلَّا اللهُ تَعَالَى

“Tauhid ialah meyakini sepenuhnya bahwa tak ada yg menjadikan apapun, benda dan perbuatan-perbuatannya, tak ada yg menciptakannya kecuali Allah ta’ala.”

Benda yg dimaksud ialah segala sesuatu yg memiliki ukuran, kecil maupun besar. Jadi, wajib diyakini bahwa segala sesuatu yg masuk ke dalam wujud (yg awalnya tiada lalu ada), baik benda maupun perbuatan-perbuatannya, yg baik maupun yg buruk, semua itu adanya sebab diciptakan oleh Allah ta’ala sebagaimana Allah tegaskan dalam al Qur’an: 

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ (الصافات: 96)

Yakni Allah yg menciptakan kalian dan menciptakan perbuatan-perbuatan kalian. Dalam akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, kita tak dapat menciptakan apapun. Kita bukanlah pencipta jasad kita. Kita juga bukanlah pencipta perbuatan-perbuatan kita. Kita dan perbuatan-perbuatan kita ialah ciptaan Allah swt. Dalam hal ini, tak ada perbedaan antara perbuatan-perbuatan kita yg ikhtiyari (yg dilakukan dgn kehendak dan ikhtiar) seperti makan, minum, shalat ataupun perbuatan-perbuatan yg tak ikhtiyari (yg terjadi tanpa kehendak dan ikhtiar) seperti menggigil sebab kedmauan. Itu semuanya diciptakan oleh Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ (الأنعام: 162-163)

Dalam ayat ini, Allah swt. memberitahukan bahwa shalat seorang hamba, sembelihannya yg ia sembelih buat mendekatkan diri kepada Allah seperti kurban, hidup dan matinya ialah milik Allah dan ciptaan-Nya. Tidak ada selain-Nya yg menyekutui-Nya dalam hal itu. Melalui ayat tersebut, Allah ta’ala menegaskan kepada kita bahwa dalam hal status diciptakan oleh Allah, tak ada bedanya antara perbuatan-perbuatan hamba yg ikhtiyari (yg dilakukan dgn kehendak dan ikhtiarnya) seperti shalat dan menyembelih hewan maupun sesuatu yg menjadi sifat hamba yg terjadi bukan dgn kehendaknya seperti hidup dan mati. Perbedaan antara keduanya ialah bahwa perbuatan-perbuatan yg ikhtiyari mau dipertanggungjawabkan dan mau ada konsekuensinya.

Perbuatan ikhtiyari yg baik, manusia mau memperoleh pahala darinya. Sementara perbuatan ikhtiyari yg buruk, manusia berhak mendapatkan siksa sebabnya. Hal itu sebagaimana Allah tegaskan dalam al Qur’an:
 

لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ (سورة البقرة: ٢٨٦)

Maknanya: “Bagi setiap jiwa balasan baik dari kebaikan yg ia lakukan dgn kasb-nya (usahanya), dan atas setiap jiwa balasan buruk atas keburukan yg ia lakukan dgn kasb-nya.” (QS al Baqarah: 286)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kasb ialah ketika hamba mengarahkan kehendaknya buat melakukan suatu perbuatan, maka Allah menciptakan perbuatan tersebut. Jadi para hamba melakukan perbuatan-perbuatan mereka dgn kasb mereka dan Allah ialah Pencipta hamba, Pencipta perbuatan-perbuatan hamba. Dia juga-lah Pencipta niat-niat dan kehendak-kehendak hamba. Tidak ada yg menciptakan itu semuanya kecuali Allah subhanahu wata’ala. Tiada sekutu bagi-Nya. 

Hadirin jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah,

Seseorang yg telah membulatkan keyakinan di hatinya bahwa Allah ialah Pencipta segala sesuatu, tak ada yg mengenakan bahaya dan memberikan manfaat secara hakiki kecuali hanya Allah dan terus menerus menghadirkan keyakinan itu di hatinya, maka mau terasa ringan baginya berbagai musibah yg menimpanya di dunia. Terasa mudah kesulitan-kesulitan yg dia alami. Sirnalah dari dirinya rasa takut kepada sesama hamba pada ketika menjalankan ajaran agama. Ia mau digolongkan oleh Allah ke dalam golongan Ahlul yaqin, yaitu orang-orang yg diberikan keyakinan yg kuat kepada Allah swt. 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Begitu pentingnya akidah ini, pada siang hari yg penuh keberkahan ini, tema inilah yg khatib pilih buat disampaikan kepada jama’ah sekalian. Keyakinan bahwa Allah Pencipta segala sesuatu ialah salah satu ciri khas akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Akidah yg benar ini harus terus menerus didengungkan supaya senantiasa terpatri di hati umat Islam.

 

Namun hadirin rahimakumullah, tidaklah cukup kita mendengarkan sekilas tema penting semacam ini melalui khutbah yg singkat ini. Untuk mendapatkan penjelasan yg lebih rinci, marilah kita datangi majelis-majelis ilmu yg diasuh oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yg terpercaya dan memiliki sanad keilmuan yg bersambung hingga Baginda Nabi Muhammad saw

Demikian khutbah singkat pada siang hari yg penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Ustadz Nur Rohmad, Anggota Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Aswaja NU Center PCNU Kab. Mojokerto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.