BAHAYA!! Wahabi Mengubah Kitab Ihya Ulumuddin Karya Imam Gozali

– Kitab atau buku, bagi kaum muslim merupakan salah satu media utama dalam mencari kebenaran. Setelah Al-Qur’an dan hadist, kitab-kitab klasik karya ulama-ulama besar menjadi referensi setelah keduanya. Kitab-kitab seperti kitab Shahih Bukhari (Imam Bukhari), Ihya’ Ulumuddin (Imam Ghozali) dan kitab-kitab dari ulama besar lain, merupakan hujjah yg isinya banyak dijadikan sandaran bagi umat Islam.

Lalu, apa jadinya bila kitab-kitab para ulama yg mewarisi ilmu dan petunjuk itu dikotori, diselewengkan, dan bahkan diselewengkan?

Salafi Wahabi menggunakan segala usaha buat menghadapi orang-orang yg tak sesuai dgn akidah mereka. Lebih dari itu, para pendukung kelompok Salafi Wahabi bahkan berani melakukan pengubahan dan pemalsuan pada kitab-kitab ulama terdahulu maupun ulama ketika ini, yg mana kitab-kitab tersebut menjadi rujukan dan tumpuan umat Islam dalam mengklarifikasi kebenaran.

Baca Juga:  PC IPNU Mojokerto Ajak Kader Bersikap Militan, Kreatif, dan Kritis

Untuk memperkokoh ajaran mereka yg rapuh secara dalil (naqli) maupun secara ilmiah (aqli) apapun mereka lakukan. Diantara modusnya ialah, Pertama, dgn menyelewengkan isi kitab-kitab turats dan makhtuthat (manuskrip) dari teks aslinya, baik dgn menghapus, menambah dan mengubah tulisannya, ataupun membelokkan maksud dan artinya dalam edisi cetakan mereka. Atau dgn sengaja mentahkik, mentakhrij, atau menyembunyikan hadist-hadist yg tak mereka sukai

Dari judul nampak mengesankan seolah-seolah ini buku “putih” yg bermakna suci dan bersih. Namun ketahuilah bahwa buku ini merupakan hinaan kepada kitab Ihya Ulumuddin dan Imam Ghazali secara khusus. Karena isinya banyak yg dibuang, lebih parah lagi dikurang-ditambah sesuai faham penulisnya, yakni faham Salafi Wahabi.

Baca Juga:  Pengakuan Anggota FPI Pelempar Bom Molotov Markas PDIP, Emosi Foto Habib Rizieq Dibakar

Penulisnya beralasan bahwa kitab Ihya dipenuhi Hadits palsu, ajaran Tasawuf yg menyesatkan serta kisah-kisah batil yg menurut mereka tak ada sumbernya, padahal kedangkalan ilmu mereka yg tak sampai kepada ilmu Imam Ghazali.

Imam Ghazali ialah Hujjatul Islam, yakni pembela agama Islam. Gelar ini diberikan Ulama hanya kepada seseorang yg telah berjasa mempertahankan prinsip-prinsip agama yg lurus semasa hidupnya. Wallahu a’lam Bisshowab





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.