KH. Maman Immanulhaq: Haji ialah Jihad Menuju kehidupan Yang Lebih Baik

, Jakarta—Ritual haji merupakan demonstrasi simbolis dari semua aspek kehidupan. Selama mengikuti ibadah atau manasik haji baik rukun, wajib maupun sunat, seorang jamaah mau merasakan spirit kehidupan yg mencakup penciptaan, sejarah, tauhid, aqidah islam dan ukhuwah atau persaudaraan.

“ Siapapun yg menghayati ritual ibadah haji, maka ia mau menemukan hakikat penciptaan. Kita terlahir dalam keadaan suci dan (harus) kembali dalam keadaan suci,” ujar Tokoh Muda NU, KH. Maman Imanulhaq di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Maman menambahkan bahwa dalam manasik haji ditiupkan kesadaran tentang kelahiran yg suci dan merdeka. Sahabat Umar bin al-Khatab, (644 M) pernah mengingatkan “Bagaimana kalian dapat menjajah manusia padahal mereka terlahir merdeka oleh sang ibu,”

Baca Juga:  Ketua Pagar Nusa Jember: Kami Siap Jaga Stabilitas Keamanan Sebab NU Selalu Memberi Keteduhan

Selanjutnya Jamaah dingatkan tentang kepulangan sebagai sebuah proses menuju kesempurnaan, kebaikan, keindahan, dan nilai. Karenanya, perjalanan haji tak cukup hanya dgn kepulangan di tanah air dgn sebutan atau gelar “Haji”, lebih dari itu harus membawa kemabruran atau kehidupan yg lebih baik.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka ini menggambarkan bagaimana haji menghadirkan figur-figur penting seperti Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar. Mereka mewariskan kesalehan, keteguhan dan keteladanan.

“Kemabruran seseorang mau terlihat dari kesalehan yg ia lakukan. Baik kesalehan ritual maupun sosial,” tutur Caleg Terpilih DPR RI Dapil Jabar 9 ini.

Ia mengungkapkan, puncak haji ialah Wukuf di Arafah. Saat itu seorang haji mengenakan kain ihram sebagai sikap menanggalkan ego, nafsu dan keangkuhan. Itulah hakikat jihad.

Baca Juga:  Dituduh Nistakan Agama, Camat di Parepare Dipolisikan Usai Bubarkan Shalat Jumat di Masjid

Nabi Muhammad bersabda, “Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran akbar. Lalu sahabat bertanya, “Apakah pertempuran akbar (yg lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.”

Menurutnya, seorang haji mau terus berjihad melawan spritualisasi kebencian yg terjadi ketika Pilpres dan Pileg 2019 yg menimbulkan keretakan sosial yg tajam di masyarakat. Hoaks dan provokasi yg mengudara di langit-langit Indonesia itu bermuara pada hilangnya nilai kemanusiaan yg jadi inti ibadah haji.

Selain itu, lanjut Direktur Relawan TKN ini, nilai universal haji mau dimplementasikan dalam nilai persaudaraan. Baik persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah wathoniyyah) maupun persaudaraan antar umat manusia (ukhuwah insaniyah).

Baca Juga:  Bawa Pesan Damai Islam, Kader Ansor Jelajahi 14 Negara di Afrika dgn Bersepeda

“Mari kita memaknai haji sebagai jihad buat kehidupan yg lebih baik. Saatnya kita gotong royong membangun Indonesia yg lebih maju dan bermutu,” tutup Maman.





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.