Membahas tentangKeluar dari Korona Melalui Jalan Sejarah

Pada kesempatan ini kami mau mengulas tentang Membahas tentangKeluar dari Korona Melalui Jalan Sejarah,

Oase.id- Covid-19 alias Virus Corona Disease yg muncul pada awal Desember 2019 di Wuhan, China kini menjadi hantu paling menakutkan. Mengacu pantauan dari Worldometers per Sabtu, 14 Maret 2020, virus ini telah menyebar ke-169 negara dan menginfeksi 145.637 orang dgn kematian 5.416 jiwa. 

Meskipun begitu, Guru Besar Ilmu Pengkajian Islam dan Rektor IAIN Surakarta Mudofir Abdullah berpendapat, kecepatan persebaran dan belum ditemukannya vaksin penangkal virus korona bukanlah hal yg harus membuat penduduk dunia pesimistis. Syaratnya, semua pihak harus dapat bekerja sama, disiplin, dan serius.

“Angka-angka kasus infeksi Covid-19 di atas bukan angka mati. Akan terus bertambah berlipat-lipat bila tak ada penanganan sistematik, terlembaga, dan penuh kedisiplinan tinggi dari semua pihak,” jelas Mudofir dalam keterangan yg diterima Oase.id pada Selasa, 17 Maret 2020.

Baca: Umar bin Khattab: Wabah Adalah Takdir, dan Menghindarinya Juga Takdir

 

Belajar dari sejarah

Mudofir memaparkan, serangan wabah korona bukan satu-satunya pandemi yg pernah menjadi ancaman hidup umat manusia. Pada 2002-2003 virus SARS juga menelan korban global sebanyak 774 orang dari 8.100 kasus. Demikian pula virus MERS pada 2012. 

“Artinya, virus Corona atau Covid-19 telah melampaui jumlah korban SARS dan juga MERS hanya dalam dua setengah bulan. Kita berharap virus Covid-19 ini cepat tertangani dan dunia kembali damai,” terang dia.

Selain itu, telah saatnya manusia lebih memiliki kepedulian terhadap masa depan yg aman. Mudofir berpendapat, memprediksi masa depan yg aman dari wabah maupun perang sangatlah berat sebab kehidupan makin sesak, lingkungan bumi kian rusak, ledakan penduduk yg cepat, industrialisasi yg serakah, dan tingkat konsumsi yg terus meningkat.

“Era modern dgn seluruh peradabannya terancam runtuh, bila dunia tak membuat langkah-langkah besar untuk mengatasinya. Ketakdisiplinan satu negara dalam penanganan Covid-19, dapat mengacaukan keselamatan semua negara. Negara-negara saling tergantung dan diperlukan kerja sama,” tegas dia.

 

Di sisi lain, kehadiran korona juga mengamanatkan manusia untuk mawas diri. Menurut Mudofir, sebagai penduduk bumi, manusia telah masanya untuk tak terlalu jemawa tanpa menghargai peran dan eksistensi makhluk lain, terutama, tak lalai mau kebesaran Tuhannya.

“Virus-virus ini mengajarkan banyak hal kepada manusia untuk tetap belajar, bersikap arif, rendah hati, dan bekerja sama. Tampaknya, Tuhan menjadikan virus-virus mikroskopik ini sebagai bagian dari ayat-ayat-Nya untuk mengingatkan manusia supaya terus memerankan diri secara adil dan arif sebagai wakil-Nya di muka bumi,” pungkas dia. 

(SBH)

Demikianlah ulasan mengenai Membahas tentangKeluar dari Korona Melalui Jalan Sejarah . apabila ada pertanyaan dapat dgn menuliskan pada kolom komentar dibawah ini.

terima kasih





Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.